Bali Masih Banyak Hadapi Permasalahan Sosial

Metro Bali
single-image

Denpasar (Metrobali.com)-

Provinsi Bali masih banyak menghadapi kendala dan permasalahan terutama dalam pembangunan infrastruktur, kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

“Masih ada juga persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi daerah ini, seperti infrastruktur, kemiskinan, pengangguran, hingga persoalan-persoalan sosial lainnya. Bahkan kalau kita lihat, masih cukup banyak desa-desa di Bali yang kondisinya tertinggal,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Gajah Wahana Dr Wayan Sukla Arnata, di Denpasar, Jumat (26/7).

Ia mengatakan khusus mengenai desa-desa yang tertinggal itu masih tersebar di beberapa kabupaten di Bali, antara lain Kabupaten Karangasem dan Buleleng.

“Membangun desa yang tertinggal ini tentu tidak cukup dengan menunggu bantuan pemerintah. Dibutuhkan tangan-tangan kreatif yang mampu membangun dan mengangkan perekonomian di pedesaan,” katanya.

Dalam membangun desa-desa yang tertinggal, menurut dia, memang infrastruktur jalan yang menjadi kunci utama. Sebab dengan membuka isolasi, roda perekonomian masyarakat pedesaan akan bergerak.

“Hal itu saja belum cukup. Masyarakat juga harus paham tentang kebutuhannya. Masyarakat kita harus lebih kreatif,” kata Sukla.

Atas dasar itu, Sukla yang juga pengelola Universitas Teknologi Indonesia (UTI) Denpasar ini memandang perlu untuk membangun kesadaran para mahasiswa di kampusnya untuk memahami kebutuhan masyarakat.

“Jadi mahasiswa harus memahami alam di sekitarnya. Apa masalah mereka dan apa kebutuhan mereka,” katanya.

Dikatakan, untuk dapat mendalami itu, mahasiswa dituntut untuk selalu berada di tengan masyarakat.

“Mahasiswa harus selalu berada di pusat persoalan. Jika ada di sana, mahasiswa dapat mencermati persoalan tersebut kemudian mencoba untuk mencarikan solusinya. Itu sangat membantu masyarakat kita, terutama di desa-desa tertinggal,” kata calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Dapil Bali pada pemilu legislatif mendatang.

Guna mengaplikasikan hal tersebut, kata dia, UTI Denpasar secara khusus menggelar bakti sosial yang melibatkan mahasiswa yang akan di wisuda pada 22 Agustus mendatang.

Baca Juga :
Membangun peradaban pada Era Digital Sebuah catatan menjelang Mubes IWO

Bakti sosial ini diselenggarakan selama dua hari hingga Sabtu (27/7), di Dusun Pucang, Desa Ban, Kubu, Karangasem.

“Ini salah satu bentuk pengabdian almamater UTI Denpasar kepada masyarakat,” kata Sukla yang didampingi Dekan Fakultas Teknik UTI Denpasar Ni Wayan Sri Agustini ST, MM.

Dalam bakti sosial ini, UTI Denpasar akan membantu seribu anakan kayu putih kepada masyarakat setempat.

“Kami tidak sekedar melakukan penghijauan, tetapi juga kita ingin menyejahterakan masyarakat dengan menanam tanaman yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” kata Sukla. AN-MB

Bagikan :
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});