Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Anggota Kongres AS Peringatkan China soal Perlakuan terhadap Demonstran Hong Kong

Metro Bali
single-image

Senator AS, Mitch McConnell memperingatkan China agar tidak melakukan pembalasan keras terhadap demonstran di Hong Kong.

Seorang anggota penting kongres AS memperingatkan China agar tidak melakukan pembalasan keras terhadap demonstran pro-demokrasi di Hong Kong, ribuan di antaranya pada hari Senin (12/8) menduduki wilayah bandara internasional memaksa pembatalan semua penerbangan.

“Warga Hong Kong dengan berani menentang Partai Komunis China ketika China mencoba melanggar otonomi dan kebebasan mereka,” kata Ketua Fraksi Mayoritas Senat dari Partai Republik Mitch McConnell di Twitter. “Tindakan keras apa pun tidak bisa diterima.”

“Seperti yang saya katakan pada sidang Senat: Dunia menyaksikan,” kata McConnell.

Belum ada kekerasan yang dilaporkan di salah satu bandara yang tersibuk di dunia itu tetapi puluhan dilaporkan cedera di jalan-jalan Hong Kong, dimana para demonstran yang marah memblokir jalan-jalan dan menolak perintah polisi untuk bubar setelah petugas kerusuhan menembakkan gas air mata dan peluru karet ketika melarikan diri.

China pada hari Senin menyebut demonstrasi itu ‘terorisme.’

McConnell, seorang sekutu politik Presiden Donald Trump, telah mengambil sikap publik yang lebih keras menentang perlakuan terhadap para demonstran di Hong Kong yang menjadi wilayah China daripada pemimpin A.S itu.

Sementara itu, salah satu bandara tersibuk di dunia membatalkan semua penerbangan setelah ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong memadati terminal utama Senin sore.

Bandara Internasional Hong Kong dalam sebuah pernyataan mengatakan demonstrasi itu “sangat mengganggu” operasi bandara.

Hong Kong telah mengalami demonstrasi massal selama dua bulan lebih yang menyerukan reformasi demokratis dan penyelidikan independen terhadap perilaku polisi, dengan pengunjuk rasa dan polisi melakukan taktik yang semakin ekstrem.

Sebelumnya Senin, kepolisian Hong Kong memperagakan meriam air yang bisa digunakan dalam demonstrasi kelak, perkembangan yang diperingatkan Amnesty International bisa menyebabkan cedera serius jika disalahgunakan dalam ruang kota yang terbatas, dan berpenduduk padat itu.

Baca Juga :
Modus baru penyelundupan penyu hijau Menui Morowali

Para legislator dan wartawan diundang untuk menyaksikan peragaan taktik pengendalian massa yang ekstrem, yang diselenggarakan setelah demonstrasi akhir pekan di bandara dan di jalan-jalan di salah satu distrik perbelanjaan utama kota. (my/jm)  (VOA Indonesia)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.