Agama dan politik saling menguatkan bagi F-PKS DPR

Metro Bali
single-image

Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini

 

Jakarta (Metrobali.com)-

 

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, menilai hubungan antara agama dan politik saling menguatkan karena agama apapun mengajarkan nilai etika dan moralitas sehingga menjaga agar politik tetap beretika.

“Tanpa agama politik kehilangan basis moralitas,” kata dia, di Jakarta, Kamis. Sila pertama pada dasar negara, Pancasila, adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal itu dikatakan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat agar bisa memisahkan agama dengan politik. Ini menimbulkan pro-kontra.

Juwaini menilai di lain pihak, keberpihakan politik (kekuasaan) terhadap implementasi nilai-nilai luhur agama dalam bernegara dengan sendirinya menjaga agama sebagai suluh bagi kehidupan.

Hal itu, menurut dia, agar agama tetap memainkan peran vital dalam pembangunan bangsa dan kemerdekaan Indonesia, dideklarasikan oleh pendiri bangsa, dalam pembukaan UUD, sebagai berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

“Sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Konstitusi menjamin kemerdekaan beragama tiap-tiap penduduk,” ujarnya.

Kata dia, agama tidak bisa dipisahkan dari semangat patriotisme bangsa dalam seluruh aspeknya termasuk di ranah politik. Gagasan memisahkan agama dan politik secara ekstrim justru kontraproduktif dan tidak sejalan dengan semangat kebangsaan.

“Jangan sampai pemisahan tersebut mengarah pada paham sekularisme, padahal kita bukan negara sekuler. Meski kita juga bukan negara agama, dalam arti hanya ada satu agama negara,” katanya.

Namun dia menilai sejalan dengan dasar negara dan konstitusi, Indonesia adalah negara religius, yang mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran agama dalam berbagai sendi kebangsaan termasuk dalam politik. Sumnber : Antara

Bagikan :
Baca Juga :
Significant Writing - Workouts and Tips

Leave a Comment

Your email address will not be published.