Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

9 Orang Anak Panti Asuhan ”Dicabuli” Pemilik Yayasan

Metro Bali
single-image

Ilustrasi-pencabulan anak

Buleleng, (Metrobali.com)-

Yayasan Panti Asuhan “Benih Kasih” yang terletak di Dusun Karang Sari, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, kini menjadi sorotan banyak kalangan. Bagaimana tidak, pasalnya pimpinan yang juga sekaligus merupakan pemilik Yayasan Panti Asuhan “Benih Kasih” berinisial KP (47) beralamat didesa setempat diduga telah berlaku bejat melakukan pencabulan terhadap 9 orang anak asuhannya sendiri. Kasus dugaan pencabulan anak panti asuhan ini, kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan pihak Tim Reskrim Polres Buleleng.
Terungkapnya kasus pencabulan anak panti asuhan yang sangat menghebohkan ini, berawal dari pengakuan salah satu korban pencabulan sebut saja namanya Melati. Ia mengaku terlambat menstruasi setelah berulang kali digauli oleh terduga pelaku KP. “Selama saya digauli, saya tidak berani melaporkan perbuatannya. Karena saya takut dikeluarkan dari yayasan panti asuhan. Dia itu kan pimpinan di panti asuhan” ujar Melati sedih.
Perbuatan jahat tidak akan selamanya tertutupi, hingga akhirnya kasus dugaan pencabulan dilaporkan ke Mapolres Buleleng melalui Unit PPA. Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng kini masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan kasus pencabulan yang menimpa sejumlah anak penghuni panti asuhan Benih Kasih, Desa Banyupoh.
Kapolres Buleleng, AKBP Suratno, pada Jumat (14/6) usai menghadiri acara pelepasan anak-anak TK Kemala Bhayangkari 2 mengatakan kasus dugaan pencabulan, polisi tetap melakukan penanganan secara khusus, apalagi kasusnya melibatkan anak-anak.,”Kami di Unit PPA, sedang bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus dugaan pencabulan yang melibatkan anak-anak” ucapnya tegas.”Apabila anak yang menjadi korban merasa trauma, dilakukan upaya pendampingan, baik dari psikolog maupun dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)” imbuh Suratno.

Pewarta : Gus Sadarsana

Bagikan :
Baca Juga :
Giriasa Pastikan Setiap Puskesmas Dilengkapi Ambulans

Leave a Comment

Your email address will not be published.