Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

450 Prajurit Yonif Raider 900/SBW Diberangkatkan Ke Papua

Metro Bali
single-image

450 prajurit terlatih yang tergabung sebagai Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 900/SBW, diberangkatkan ke Papua.

Buleleng (Metrobali.com)-

450 prajurit terlatih yang tergabung sebagai Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 900/SBW, diberangkatkan ke Papua membawa misi pengamanan wilayah perbatasan dan sekaligus juga membawa sejumlah alat tulis untuk kepentingan pendidikan warga setempat.
“Sebelum bertolak menuju Papua, sebanyak 450 prajurit terlatih itu telah dilakukan cek kesehatan untuk memastikan mereka bebas Covid-19. Artinya sejumlah prosedur kesehatan telah dilakukan, terutama cek kesehatan bebas Covid-19.” Demikian ditegaskan Komandan Yonif Raider 900/SBW, Letkol Inf Martky Parangin Angin, Rabu (27/5/2020)
Menurutnya prosedur kesehatan terbebas dari Covid-19 merupakan persyaratan wajib yang harus dilakukan.”Untuk tes bebas Covid-19 telah dua kali dilakukan. sehingga pasukan yang berangkat ke Papua sudah dipastikan clear dari Covid-19,” ucapnya menegaskan.
Lebih lanjut dijelaskan keberangkatan pasukan Yonif Raider 900/SBW ke Papua, merupakan amanah dalam rangka pengamanan perbatasan di wilayah Papua selama 9 bulan.”Kami bertugas di Papua berharap dapat melakukan tugas dengan baik terutama soal penanganan Covid-19 yang saat ini tengah menjadi pandemi.” pungkas Letkol Inf Martky Parangin Angin.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra saat upacara pelepasan pasukan di Lapangan Mako Yonif Raider 900/SBW, Buleleng menyerahkan secara simbolis 586 pak buku dan 57 kotak pulpen untuk anak-anak sekolah di Papua. “Tugas pengamanan perbatasan harus dimaknai sebagai amanah kepercayaan, harga diri dan kebanggaan.” ujar Sutjidra melalui kata sambutannya.
Menurutnya, tidak setiap prajurit mendapatkan kesempatan melaksanakan penugasan dengan penuh totalitas, semangat pengabdian profesionalisme, dedikasi, disiplin dan rasa tanggung jawab tinggi dengan berbekal kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama melaksanakan latihan perang.“Tugas dan semangat pengabdian yang tulus, sebagai prajurit profesional saya yakin kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI, masyarakat bangsa dan negara dapat dilaksanakan dengan baik.” tandasnya.

Baca Juga :
Presiden targetkan peringkat delapan Asian Para Games

 

Pewarta : Gus Sadarsana
Editor : Whraspati Radha

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.