Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kebakaran Kapal di Sumenep, Seluruh Korban Telah Dievakuasi

Metro Bali
single-image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan para penumpang KM Santika Nusantara yang selamat di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya (foto: VOA/Petrus R).

Seluruh penumpang yang selamat dalam musibah kebakaran Kapal Motor (KM) Santika Nusantara di perairan Masalembo, Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (22/8) malam, telah dievakuasi ke Surabaya, termasuk tiga jenazah korban yang meninggal dunia.

Dengan bekerjasama bahu membahu para nelayan di sepanjang perairan Sumenep, Madura, mengevakuasi seluruh penumpang KM Santika Nusantara yang terbakar di perairan laut tenggara Pulau Masalembo.

Kapal Motor Santika Nusantara rute Surabaya-Balikpapan ini sesuai data manifest ditumpangi oleh 111 orang dan 92 unit kendaraan. Namun, data yang dicatat Basarnas menyebut jumlah penumpang di atas kapal berjumlah 277 orang. Hingga Sabtu sore (24/8) jumlah korban yang telah dievakuasi bahkan mencapai 306 orang, termasuk tiga penumpang yang dinyatakan meninggal dunia.

Belum ada penjelasan resmi tentang penyebab kebakaran kapal itu.

Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi, Basarnas Pusat, Agus Haryono mengatakan upaya pencarian masih dilakukan sampai diperoleh kepastian tidak ada lagi yang dilaporkan hilang atau ada yang terapung di lautan.

“Kita tim tadi masih melakukan pencarian udara dan laut untuk mengantisipasi kalau masih ada yang mengapung. Ya kalau dari data yang dilaporkan, korban yang dilaporkan sama yang kita temukan sudah lebih ini. Kapal kita masih di sana, Laksamana sama beberapa kapal masih di laut. Jadi nanti intinya kita akan evaluasi lagi, cek lagi, apakah nanti kita akan lakukan pencarian lagi atau tidak sambil menunggu laporan kalau ada yang dilaporkan masih hilang, mudah-mudahan sudah tidak ada,” ungkap Agus.

Petugas memindahkan 3 jenazah korban KM Santika Nusantara yang terbakar ke mobil ambulans untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur (foto: VOA/Petrus Riski).
Petugas memindahkan 3 jenazah korban KM Santika Nusantara yang terbakar ke mobil ambulans untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur (foto: VOA/Petrus Riski).

Menurut pengakuan sejumlah penumpang, kebakaran diduga berasal dari sisi lambung kiri kapal, meskipun mereka tidak mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut. Diki, salah seorang penumpang selamat asal Kutai Timur, Kalimantan Timur menuturkan, dirinya tidak mengetahui terjadinya kebakaran karena hendak beristirahat usai makan malam. Ia bersama sejumlah penumpang meloncat ke laut setelah mengetahui ada kebakaran. Sebagian penumpang lainnya menunggu proses evakuasi dengan menggunakan sekoci penyelamat.

Baca Juga :
Infrastruktur Dasar Jadi Kebutuhan Pokok Manggarai Barat

Penumpang selamat maupun yang meninggal dunia, kata Diki, ditemukan dan dievakuasi oleh para nelayan Sumenep.

“Itu nelayan, kami setelah dievakuasi nelayan, kita mendapat perawatan, habis itu, tidak lama setelah itu, siang atau sore ada info nelayan dapat 3 jenazah,” tuturnya.

Para penumpang KM Santika Nusantara yang selamat tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (foto: VOA/Petrus Riski).
Para penumpang KM Santika Nusantara yang selamat tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (foto: VOA/Petrus Riski).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya memastikan penanganan penumpang selamat telah diberikan dengan baik. Sebagian besar penumpang berada dalam keadaan sehat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiagakan rumah sakit bilamana ada penumpang selamat yang membutuhkan perawatan intensif. Khofifah memastikan seluruh penumpang yang menjadi korban kebakaran kapal akan mendapat santunan.

“Dari kemarin kami koordinasi, untuk Dirut Rumah Sakit Dokter Soetomo, kami sudah menyiapkan, standby dari kemarin sore seandainya ada yang harus dirujuk, tapi rupanya tidak ada yang dirujuk karena mereka juga dalam keadaan sehat. Kemudain hari ini pun Dokter Soetomo (RSUD) standby, mereka menyiapkan ambulance jikalau satu saat dibutuhkan. Dan kita ingin menyampaikan jikalau ada yang dirujuk ke Dokter Soetomo, maka seluruh pasien tidak akan terbebani oleh biaya pengobatan ketika itu dilakukan di Rumah Sakit Dokter Soetomo,” tukas Khofifah. (sm/em) (VOA)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.