banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Sosialisasi Pengelolaan SDN Untuk Pertahanan Negara

Tingkatkan Peran Masyarakat Guna Perkuat Pertahanan Negara  

Direktur Komponen Cadangan (Dirkomcad) Dirjen Pothan Kemenhan RI Brigdjen TNI Iskandar M. Munir, Kepala Korda Kemhan Provinsi Bali, Kolonel Inf. Ketut Buda Astawa, Kasubdit Matra Darat Ditkomcad Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Inf. Muchtar Lutfi, Kodim 1611/Badung, Letkol. Inf. Handoko Yudho Wibowo serta Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat berfoto bersama dengan peserta sosialisasi pada pada Rabu (14/2).

Denpasar (Metrobali.com)-

 

Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam memperkuat pertahanan Negara, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Nasional (SDN) Untuk Pertahanan Negara dilingkungan TNI, PNS dan BUMN digelar di aula Makodim 1611/Badung pada Rabu (14/2) yang dibuka oleh Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Komponen Cadangan (Dirkomcad) Dirjen Pothan Kemenhan RI Brigdjen TNI Iskandar M. Munir, Kepala Korda Kemhan Provinsi Bali, Kolonel Inf. Ketut Buda Astawa, Kasubdit Matra Darat Ditkomcad Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Inf. Muchtar Lutfi, Kodim 1611/Badung, Letkol. Inf. Handoko Yudho Wibowo serta seluruh peserta.

Direktur Komponen Cadangan (Dirkomcad) Dirjen Pothan Kemenhan RI Brigdjen TNI Iskandar M. Munir menjelaskan, tujuan kegiatan ini antara lain agar TNI, PNS dan BUMN di Kota Denpasar paham tentang pengelolaan potensi sumber daya nasional dalam rangka pertahanan Negara. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Kodim 1611/ Badung yang memfasilitasi terlaksananya sosialisasi tersebut.

Sekda Rai Iswara menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya pemahaman tentang pengelolaan sumberdaya nasional untuk pertahanan negara. “Kita memiliki berbagai potensi pertahanan seperti yang dimiliki oleh negara-negara yang maju dari segi pertahanan. Kita juga memiliki sumberdaya alam yang memungkinkan kita untuk menciptakan amunisi yang hebat. Bahkan lebih dari itu, kita memiliki kekuatan sipil yang besar dan teruji oleh pengalaman dan keadaan saat ini. Namun sayangnya, berbagai potensi pertahanan itu, saat ini sebagian besarnya masih  berupa potensi yang belum efektif dimanfaatkan,” kata Rai Iswara.

Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia harus segera melakukan langkah  kongkrit dengan menyediakan payung hukum yang tepat.

“Kita bersyukur mendengar penyampaian Brigdjen TNI Iskandar M. Munir, bahwa rancangan Undang-Undang Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara sedang dibahas  oleh Kementerian Hukum dan HAM dan diharapkan RUU tersebut bisa masuk dalam pembahasan di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR RI pada program kerja tahun 2015-2019 ini,” katanya.

Kodim 1611/Badung, Letkol. Inf. Handoko Yudho Wibowo menekankan bahwa untuk membangun suatu sistem pertahanan negara yang kuat dibutuhkan keterlibatan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional.

Upaya ini tidak mudah, juga tidak dapat dilakukan secara mendadak namun harus dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dengan mengikutsertakan seluruh warga negara dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebersamaan dan keterlibatan kita semua dalam upaya pengelolaan sumberdaya nasional untuk pertahanan negara. PR-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *