banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Penyesuaian Tarif Air PDAM Buleleng Per 1 Maret 2018

Lestariana : Alasan Penyesuaian Tarif, Karena Kenaikan Biaya Operasional Dan Pemeliharaan Serta Keterbatasan Dana

Jumpa pers soal penyesuaian tarif air PDAM per 1 Maret 2018 di ruang pertemuan PDAM Buleleng, Selasa (13/2) siang

Buleleng, (Metrobali.com)-

Dalam upaya memberikan pelayanan air minum secara kontinue kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup serta kualitas yang memenuhi syarat kesehatan, tidak terlepas dari biaya operasional dan pemeliharaan. Demikian dikatakan Dirut PDAM Buleleng Made Lestariana saat jumpa pers soal penyesuaian tarif air PDAM per 1 Maret 2018 di ruang pertemuan PDAM Buleleng, Selasa (13/2) siang

Lebih lanjut ia mengatakan besar kecilnya biaya operasional dan pemeliharaan dimaksud, sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber daya air yang ada, sumber daya manusia yang dimiliki, sistem penyediaan air minum yang diterapkan serta kemampuan dana atau permodalan PDAM. Apalagi upaya investasi untuk memperluas jangkauan atau wilayah pelayanan, serta memperluas kawasan air siap minum, memerlukan dana yang cukup besar.

”Oleh karena itu, agar tercapai sasaran pembangunan, khususnya pelayanan air minum di Kabupaten Buleleng, kami mengacu pada Peraturan Bupati Buleleng Nomor 45 tanggal 28 Nopember 2014 tentang penetapan tarif air minum PDAM Buleleng dan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 2 Tahun 2018 tentang pengesahan anggaran PDAM Tahun 2018” urai Lestariana.

Dengan adanya hal tersebut, kata Lestariana lagi maka terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018, PDAM Buleleng akan menyesuaikan tarif air minum diluar biaya abonemen sebesar 10 persen dari tarif yang berlaku saat ini.

”Jadi alasan penyesuaian tarif ini, mengingat kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan akibat dari kenaikan harga barang material dan juga kenaikan ongkos kerja” ujarnya.”Alasan lainnya, adanya keterbatasan dana perusahaan dalam rangka investasi pengembangan kapasitas produksi serta perluasan jaringan pipa, guna peningkatan cakupan pelayanan” imbuh Lestariana.

Iapun mengungkapkan tujuan penyesuaian tarif air minum PDAM ini, untuk menutupi kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan, menjaga serta meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinueitas pelayanan serta terjaminnya eksistensi perusahaan.

”Selama ini ada anggapan bahwa PDAM Buleleng mendistribusikan air dengan sistem gravitasi saja. Sejatinya bahwa dari kapasitas produksi PDAM saat ini sebesar 709 liter perdetik yang berasal dari 16 mata air dan 37 sumur dalam” jelas Lestariana.

”81,95 persen menggunakan sistem perpompaan dengan listrik PLN, sedangkan sisanya  sebesar 18,05 persen menggunakan sistem gravitasi. Besarnya rekening listrik saat ini yang harus dibayar setiap bulan sebesar Rp 906.572.988” pungkasnya. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *