banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Pemkot Denpasar Gelar UDG Disabilitas Ke-13

Puluhan Difabel Unjuk Kebolehan Mawirama

 

Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya bersama Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Denpasar, Wayan Kindra saat menyerahkan Piala Bergilir Walikota Denpasar kepada Ketua Panitia UDG Disabilitas ke-13, I Wayan Masir, Rabu (14/2) di Wantilan Taman Budaya Art Center, Denpasar

Denpasar (Metrobali.com)-

Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) Disabilitas se-Bali ke-13 tahun 2018. Kegiatan yang merupakan bentuk dukungan dan pelayanan kepada masyarakat Difabel dilaksanakan serangkaian HUT ke-230 Kota Denpasar. Agenda tahunan ini dibuka langsung Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya mewakili Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (14/2) di Wantilan Taman Budaya Art Center, Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, A.A Gede Risnawan, Sekwan Kota Denpasar, Putu Gede Dharma Wiyasa, seluruh perwakilan Dinas Sosial se-Bali dan instansi terkait lainya.

Dalam sambutanya yang dibacakan Kadis Sosial Kota Denpasar, Walikota Rai Mantra mengatakan bahwa UDG merupakan salah satu sarana dalam menunjang pelestarian kesenian dan budaya Bali, utamanya dalam bidang kesusatraan Bali. “UDG ini merupakan salah satu cara untuk mempelajari, melestarikan, mengembangkan serta menerapkan kebudayaan Bali yang adi luhung,” kata Rai Mantra.

Lebih lanjut dijelaskan, Dharma Gita merupakan bagian dari implementasi ajaran Agama Hindu. Sehingga, baik siapapum masyarakat Hindu memiliki kewajiban untuk melaksanakan dan melestarikanya. Hal ini dikarenakan Agama dan kebudayaan selalu melekat dalam keseharian umat Hindu Bali. “Melestarikan Dharma Gita merupakan upaya memahamahami ajaran Agama Hindu,” pungkasnya.

Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya mengatakan bahwa ajang ini merupakan upaya untuk mempertemukan penyandang difabel dalam rangka menjalin silaturahmi antar penyandang disabilitas se-Bali. “Ini untuk mempertemukan mereka agar bersilaturahmi dalam berkesnian,” ungkapnya.

Dalam ajang ini, menurut Mertajaya bukanlah sebuah ajang untuk mencari juara saja, melainkan untuk memberikan penekanan ajaran agama sehingga penyandang Disabilitas turut memiliki ruang dalam masyarakat Bali. “Dengan mempunyai kemampuan tambahan ini nantinya penyandang diaabilitas dapat turut serta ngayah di masyarakat,” paparnya.

Sementara, Ketua Panitia UDG Disabilitas ke-13, I Wayan Masir mangaku sangat senang dan mengapresiasi upaya Pemkot Denpasar dalam memberikan ruang kepada penyandang disabilitas, salah satunya UDG Disabilitas ini. Sehingga penyandang disabilitas lebih bersemangat dalam keseharianya. “Saya bererimakasih kepada Pemkot Denpasar yang telah memberikan wadah untuk penyandang disabilitas bertemu dan berkompetisi, Denpasar satu-satunya daerah di Bali yang memiliki UDG khusus Disabilitas,” pungkasnya.

UDG Disabilitas ke-13 tahun 2018 ini diikuti oleh 35 peserta Kategori Sekar Alit dan 10 pasang Kategori Sekar Agung yang keseluruhanya berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Bali. UDG kali ini sedianya akan memperebutkan Juara I, II, III untuk kategori Sekar Alit dan Sekar Agung serta Juara Umum yang memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. Dan keseluruhan juara akan diberikan piala, piagam dan uang pembinaan.

Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Denpasar, Wayan Kindra, dimana pihaknya menilai upaya ini tentunya dapat membangkitkan semangat penyandang disabilitas dalam menjalani hari-hari. “Saya berterimakasih atas terselenggaranya acara ini secara rutin setiap tahun,” pungkasnya. PR-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *