banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Narkoba Senilai Rp 1 Miliar Disita dari Seorang Kontraktor Jaringan Lapas Kerobokan

Narkoba Senilai Rp 1 Miliar Disita dari Seorang Kontraktor Jaringan Lapas Kerobokan/ist

Denpasar (Metrobali.com)-

Satu tahun menjalani hidup sebagai pencandu narkoba, bukannya sadar untuk berubah, Ketut Agus Patriawan (40), malah naik level jadi pengedar narkoba.
Tersangka ditangkap atas kepemilikan sabu seberat 231,88 gram dan ekstasi sebanyak 1201 butir. Dan apabila dirupiahkan narkoba tersebut bernilai kurang lebih Rp10 miliar dan bisa menyelamatkan seribu orang manusia di Bali.
Tersangka yang mengaku mendapatkan barang haram itu dari Lapas Kerobokan dari napi yang kerap dipanggilnya ‘Bapak’ ini, kini mendekam di tahanan Polresta Denpasar sejak Kamis (1/2) lalu.
“Tersangka mendapatkan barang dengan cara tempelan, dia berkomunikasi lewat Hp dengan seseorang yang dipanggilnya Bapak yang berada di Lapas Kerobokan.¬† Tersangka merupakan jaringan Lapas dan kita masih dalami, terkait asal barang narkoba yang kita temukan di rumahnya,” ujar¬†Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo didampingi Kasat Narkoba Kompol Aris Purwanto, saat rilis di Mapolresta Senin 12 Februari 2018.
Pengakuan tersangka baru dua bulan jualan sabu. Pelaku sendiri diamankan pada Kamis sore pukul 16.30 wita di Jalan Drupadi III Renon.
“Infonya kan dari masyarakat selain pemakai juga peluncur. Dan setelah kami lakukan penyelidikan selama seminggu pelaku berhasil kami amankan,” katanya.
Saat dilakukan penggeledahan dirumahnya di Perum Nuansa Kori Sading, Mengwi Badung ditemukan sebanyak 231,88 gram sabu dan 1201 ekstasi yang ditaksir senilai hampir Rp 1 Miliar. Rencananya barang tersebut akan diedarkan di wilayah Denpasar.
“Dari pengakuannya ini kali kedua mengambil sabu secara tempelan di Jalan Pulau Saelus, Denpasar. Nanun ekstasinya sudah kejual beberapa butir. Karena jumlah awalnya 1300 butir. Sedangkan saat pertama kali mengambil dulu hanya sabu saja seberat 50 gram,” jelasnya.
Tersangka mengaku mengetahui si Bapak ini, melalui rekan tersangka yang menginap di Lapas Kerobokan.
Tersangka diupah pergramnya Rp 50 ribu sekali tempel dan dikirim via rekening. Dalam sehari tersangka bisa menempel lebih dari 10 lokasi tempelan di Denpasar yang dimasukkan kedalam sedotan.
“Pengakuannya belum sampai memasok tempat hiburan malam. Jadi hanya kalangan masyarakat umum,” jelasnya.
Tersangka disangkakan pasal 113 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *