banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Ditekuk Yangon United, Widodo: Kami Bermain Tak Seperti Biasanya

Gianyar, (Metrobali.com) –
Bali United harus menelan kekalahan di leg pertama AFC Cup saat berjumpa Yangon United. Serdadu Tridatu ditekuk dengan skor 1-3. Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro sangat kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya. “Selamat untuk Yangon United atas kemenangan ini. Soal hasil kita sangat kecewa. Tapi saya apresiasi kita tetap berjuang. Masih ada lima pertandimgan lagi,” kata Widodo usai pertandingan, Selasa 13 Februari 2018.
Ia meminta anak asuhnya terus belajar menempa diri meningkatkan kualitas individunya. Hal itu yan menjadi catatan penting bagi Widodo usai memimoin anak asuhnya berlaga. “Terus belajar secara individual dan tim. Saya mohon tim ini kemampuan individualnya ditingkatkan. Tim pelatih tidak bisa meningkatkan kemampuan individu. Tim itu sukses tidak ada yang langsung tapi berangkat dari benerapa kesalahan,” papar dia.
 Dalam penerapan strategi dan filosofi bermain, Widodo mengaku tak ada perubahan apapun. Sepakbola menyerang tetap dikedepankannya dalam setiap pertandingan. Tentunya, penguasaan bola yan oanjang juga menjadi bagian di dalamnya.
“Ada kesempatan kita menekan, tidak ada kesempatan kita mainkan bola. anak-anak tadi cukup disiplin. Mereka penetrasi. Tapi inilah hasil yang telah kita perjuangkan. Saya minta tolon individu menyiapkan diri baik fisik dan lain-lain. paling tidak konsentrasi dan fokus,” katanya.
“Mereka harus siap dalam kondisi apapun. Fokus dan konsentrasi. Level kita itu sudah Asia. Kondisi pemain masing-masing mereka bisa membawa kita ke level tinggi. Mereka tidak bisa bermain di level tinggi taoi mereka tidak fokus, seenaknya saja tidak mau belajar. Kalau tidak mau mengikuti tuntutan, mereka akan tersisih. individu meningka, tim akan terangkat. Sebaliknya begitu juga. Sepertinya tadi kurang fokus dan konsentrasi,” tambah Widodo.
Secara krseluruhan, Widodo melihat anak asuhnya tamoil tak seperti biasanya. “Secara keseluruhan tim tidak seperti biasanya. Saya akan cari kesalahannya. Fluktuasi bioritmiknya tidak selalu di atas terus. Siklusnya pasti ada. mungkin dari Palembang lelah ya. Ada beberapa pemain kurang siap. Ini motivasi bagi pemain agar terus berbenah,” katanya.
Sementara Sutanto Tan mengaku ia dan rekan-rekannya sudah menerjemahkan inatrukai pelatih dengan baik di lapangan. “Kita sudah berusaha, sudah mengikuti arahan pelatih. Saya hanya mengikuti konsentrasi ke pelatih instruksinya saja,” imbuhnya. JAK-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *