banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Alam Membakar Diri Hingga Meninggal, Usai Menusuk Agus

Buleleng, (Metrobali.com) –

Alamsyah yang akrab dipanggil Alam (32) berasal dari Kelurahan Kampung Singaraja dan bertempat tinggal di Gang Ratnadi III, Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, Singaraja pada Selasa (13/2) sekitar pukul 14.30 Wita nekat melakukan penusukan terhadap Putu Agus Suara Saputra alias Agus (38) warga Lingkungan Dlod Peken, Kelurahan Kendran, Singaraja. Yang sungguh menggiriskan hati, disaat Alam usai menusuk dada kiri dan perut kanan Agus, selanjutnya membakar dirinya hingga menghembuskan nafasnya saat perjalanan menuju RSUD Buleleng. Kejadian yang sempat menggemparkan sepanjang Jalan Gajah Mada Singaraja ini, diduga gara-gara dibakar api cemburu, berujung melakukan penusukan dan membakar dirinya sendiri.

Kronologis peristiwa, berawal dari Alam yang kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan pada DLH Buleleng  membaca SMS Agus di handphone milik istrinya yang bernama Lina Rumbiana yang kesehariannya berjualan nasi kuning di Pasar Beleleng. Entah SMS apa yang ditulis Agus di HP milik Lina Rumbiana, yang jelas Alam usai membaca SMS langsung naik pitam dan menuduh istrinya itu berselingkuh dengan Agus. Kemarahan Alam tidak cukup sampai disana, ia langsung menelphone Agus yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai kontrak disalah satu instansi Pemkab Buleleng.

Saat menelphone Agus, Alam meminta bertemu saat itu juga dirumahnya. Disaat Agus tiba di rumah Alam, ia merasa terkejut karena Alam memegang pisau dapur. Tanpa tedeng aling-aling, Alam saat itu juga menghujamkan pisau dapurnya ketubuh Agus dengan mengenai dada sebelah kiri serta perut disebelah kanan. Dengan terluka parah, Agus mencoba melarikan diri dan oleh warga setempat yang melihat peristiwa itu, saat itu juga membawa Agus ke RSUD Buleleng guna mendapat pertolongan medis. Setelah Agus dilarikan oleh warga ke rumah sakit, Alampun menjadi panik atas perbuatannya itu dan berusaha untuk meracun dirinya sendiri dengan baygon. Usaha untuk bunuh diri dengan meracun diri sendiri itu, gagal dilakukan lantaran tidak menemukan racun.

Selanjutnya aksi lebih nekatpun ia lakukan, dimana ia mengambil sebotol bensin dan menuangkannya diatas kasur serta juga menyiramkan bensin pada tubuhnya. Tanpa pikir panjang lanjut ia membakar dirinya sendiri. Peristiwa membakar diri itu, ditakutkan api menjalar yang mengakibatkan kebakaran lebih luas, maka warga setempat menelphone pemadam kebakaran. Akhirnya dengan 1 unit mobil Damkar datang ke lokasi, dan berhasil memadamkan api. Namun, keadaan tubuh Alam mengenaskan dengan kondisi gosong 100 persen. Wargapun berusaha memberikan pertoliongan dengan membawa Alam ke RSUD Buleleng. Oleh karena saking parahnya luka bakar yang diderita, maka dalam perjalanan menuju rumah sakit, Alam menghembuskan nafas terakhirnya.

Kasubag Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan kondisi tubuh korban 100 persen terbakar dan sebelum memperoleh penanganan, sudah meninggal dalam perjalanan.”Untuk korban yang menderita penusukan pada dadanya itu, kondisinya masih sadar. Dan belum diketahui, apakah luka tusukan di dadanya itu tembus hingga ke organ vital atau tidak, masih dalam penanganan medis” terangnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Peguyangan yang mewakili Kepala Lingkungan Petak, Made Wirayuda Oka mengaku kalau dugaan perselingkuhan itu tidaklah benar. “Yang jelas persoalan ini, masalah hutang piutang antara istri Alamsyah dengan Agus. ” jelasnya.
Wakapolres Buleleng, Kompol. Ronny Riantoko mengatakan dari hasil keterangan 3 orang saksi, baik itu keluarga pelaku dan kepala lingkungan setempat, masih tidak sinkron dengan hasil olah TKP. Sehingga saat ini pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab dari peristiwa ini.”Untuk sementara, masih dilakukan pendalaman terhadap kasus ini” ujarnya.”Dan kamipun masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi. Adapun barang bukti yang berhasil dikumpulkan untuk sementara ini, berupa uang tunai sebesar Rp 50 ribu, satu kalung emas, satu pisau dapur berisi bercak darah, satu kasur dalam kondisi telah terbakar, dan satu botol racun serangga (baygon).” tandas Ronny Riantoko. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *