banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Panwaslu Buleleng Gelar Sosialisasi Pengawasan Kepada Tokoh Masyarakat

Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng Ketut Aryani

Buleleng, (Metrobali.com)-

Gerak langkah Panwaslu Kabupaten Buleleng semakin mantap menapak perhelatan pemilihan umum (Pemilu) legeslatif dan Pemilu Presiden maupun Wakil Presiden Tahun 2019. Untuk mensukseskan pesta demokrasi akbar secara serentak dipersada nusantara ini, secara dini komisioner Panwasklu Kabupaten Buleleng berusaha memberikan pemahaman dan bersinergitas kepada semua komponen masyarakat dengan melakukan sosialisasi.

Salah satu langkah dari sekian upaya yang dilakukan dalam hal ini, seperti misalnya melakukan sosialisasi pengawasan pemilu dalam rangka pemilihan legeslatif dan pemilihan presiden maupun wakil presiden Tahun 2019 pada Rabu (7/2) di Singaraja.”Dalam melakukan pengawasan pada Pemilu 2019, kami bersinergi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat sebagai pengawas partisipatif. Artinya berperan aktif untuk melakukan pengawasan dari tahapan hingga pelaksanaan Pemilu di Tahun 2019” terang Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng Ketut Aryani disela-sela acara.

Lebih lanjut ia mengatakan komponen masyarakat yang dilibatkan sebagai pengawas partisipatif, nantinya diharapkan akan mampu memberikan informasi kepada Panwaslu, baik itu adanya dugaan pelanggaran maupun hal lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pemilu.”Pengawas partisipatif merupakan ujung tombak pengawasan kami di desa maupun di kelurahan” jelas Aryani

Secara terpisah, Ketua KNPI Kabupaten Buleleng I Putu Gede Parma mengatakan selama ini Panwaslu Kabupaten Buleleng sudah baik melaksanakan tugas sebagai pengawas dan merekomendasikan bagi mereka yang diduga melakukan pelanggaran. Namun demikian kata Gede Parma tolak ukur suksesnya pelaksanaan Pemilu, tidak hanya diukur dari tingkat minimnya pelanggaran. Yang terpenting, bagaimana tingkat partisipasi pemilih itu sendiri untuk menyalurkan hak pilihnya ke bilik suara.”Generasi muda perlu diberikan pemahaman terhadap pentingnya sebuah demokrasi. Mengingat selama ini peran generasi muda masih sedikit untuk menyalurkan aspirasinya ke TPS” ujarnya.

Terhadap peran para generasi muda maupun para pemilih pemula untuk meningkatkan perannya dalam ajang berdemokrasi, menurut Gede Parma  pihak penyelenggara Pemilu maupun para calon dan tim pemenangannya agar melakukan sosialisasi agar mau dan bersedia untuk datang ke TPS menyalurkan aspirasi secara langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber),”Sosialisasi sangat penting bagi generasi muda maupun para pemilih pemula” ujarnya. “Sosialisasi tahapan juga penting untuk diketahui oleh masyarakat. Sehingga masyarakat, betul-betul mngetahui hak dan kleajibannya dalam berdemokrasi” tandas Gede Parma. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *