banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Mini Market Dan Pembangunan vila Ilegal Di Desa Bukti

Dewa Cakra : Saya rekomendasikan untuk menghentikan pembangunan vilanya

Sidak Supermaret

Buleleng, (Metrobali.com)-

Praktek menyepelekan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) masih sering terjadi di Kabupaten Buleleng. Artinya dalam membuat bangunan usaha, mereka itu tidak mengurus ijin terlebih dahulu. Seperti yang terjadi di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, terdapat bangunan mini market dalam operasionalnya tidak mengantongi IMB dan ijin usaha. Selanjutnya bangunan Vila dipinggir pantai yang saat ini masih dalam taraf pengerjaannya, juga tidak mengantongi IMB.

Hal ini terungkap saat Komisi I DPRD Buleleng yang dipimpin Dewa Putu Cakra bersama staf ahli DPRD Buleleng Made Suarsa, Camat Kubutambahan Komang Sumerta Jaya, dan Perbekel Desa Bukti Gede Wardana, melakukan operasi mendadak (Sidak) ke desa tersebut pada Selasa (6/2).

Saat melakukan sidak, rombongan terlebih dahulu mendatangi Minimarket Gita di Desa Bukti yang baru berdiri 3 bulan lalu. Saat dilakukan pengecekan tentang perijinan, diketahui kalau Minimarket ini belum memiliki IMB dan ijin usaha. Saat Dewa Putu Cakra melakukan dialog dengan pemilik usaha minimarket yakni Nengah Gita, dari pihak pemilik mengakui kalau sampai saat ini pihaknya belum mengurus IMB dan ijin usaha.

”Saya belum mengurus perijinan, karena masih fokus memindahkan barang mata dagangan dari lokasi usaha sebelumnya di Karangasem, akibat ikut terdampak erupsi Gunung Agung. Namun demikian, dalam kurun waktu tidak begitu lama, saya akan mengurus perijinannya” terang Nengah Gita.

Terkait dengan usaha minimarkeyang belum mengantongi perijinan, menurut Perbekel Desa Bukti Gede Wardana, pemerintahan desa sudah sempat mengadakan pendekatan kepada pemilik usaha dan meminta agar dengan segera mengurus perijinan.”Namun oleh karena pemilik usaha terkendala status domisili, dan juga berstatus pengungsi, maka kami memberikan kesempatan untuk menunda pengurusan perijinan” jelasnya.

Usai mendatangi mini market, rombongan melanjutkan melakukan pengecekan terhadap keberadaan pembangunan vila yang terletak dipinggir pantai di Desa Bukti. Terhadap pembangunan vila ini, dari informasi yang dikumpulkan, berawal dari pihak pengelola yakni Miko meminta ijin untuk melakukan penyenderan lahan saja. Namun pada kenyataan dilapangan, terdapat beberapa bangunan dan sebuah kolam renang yang masih dalam tahap kontruksi. Keberadaan pembangunan vila ini, pihak pengelola bangunan, sudah pernah diingatkan untuk mengurus perijinan berupa IMB maupun perijinan lainnya. Anehnya saran tersebut dari pihak pengelola, sampai saat ini belum melakukan saran tersebut.

Lantas bagaimana sikap Komisi I DPRD Buleleng dlam hal ini? Dengan geram dan secara tegas, Dewa Putu Cakra meminta agar pembangunannya dihentikan untuk sementara. Dan diminta agar mengurus perijinan.”kami sudah meekomendasikan, agar pembangunannya dihentikan hngga sipemilik sudah memiliki perijinan” ujar Dewa Putu Cakra.

Kekecewaan anggota Komisi I DPRD Buleleng ini, juga dirasakan oleh Camat Kubutambahan Komang Sumerta Jaya. Menurutnya pihak pengelola agar taat aturan, sehingga usaha yang dimilikinya itu tidak ilegal.”Saya tidak mentolerir bagi pengusaha atau investor yang tidak taat aturan” ucapnya tegas.”Dengan kondisi ini, saya sudah memerintahkan secara lisan kepada Satpol PP Kecamatan Kubutambahan agar menutup sementara pembangunan tersebut” tandasnya. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *