banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Mubasir, Lantai Dua Peken Ijogading “Kosong Melompong”

Kondisi lantai 2 di Pasar Ijogading, Jembrana.
Jembrana (Metrobali.com)-
Pembangunan Pasar Ijogading di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana terkesan mubasir.
Sejak dibangun sekitar dua tahun lalu melalui program revitalisasi pasar, lantai dua di pasar tersebut nampak kosong melompong.
Pantauan Senin (5/2) kemarin, tidak satu pun nampak pedagang yang berjualan di lantai dua tersebut. Sebanyak 42 kios dan 50 los yang disediakan hampir semuanya tutup.
Kondisi tersebut sempat membuat Bupati Jembrana I Putu Artha gerah. Orang nomor satu di Gumi Mekepung meminta Kadis UKM Koperindag Jembrana untuk bertindak tegas dengan mengambil kembali kunci kios yang dipegang para pedagang. Bahkan mengganti dengan kunci baru jika memang tidak ada kuncinya.
“Ambil kuncinya. Kalau tidak bisa dibuka dengan gergaji, pakai las. Ganti dengan kunci baru” tandas Bupati Artha ditemui saat Operasi Pasar di Pasar Ijogading, Senin (5/2).
Menurut Bupati Artha banyaknya kios dan los yang tidak buka merupakan kesalahan awal saat pembagian.
“Saat itu yang penting habis. Siapa yang memanfaatkan, tidak tahu. Kita sebenarnya sudah mensosialisaikan tapi tidak ada yang mengembalikan kuncinya” ujarnya.
Bupati Artha mengatakan sejak dibuka kios dan los dipasar berlantai tiga ini semua sudah ada pemiliknya, namun mereka tidak memanfaatkan dengan baik.
“Kita akan sosialisasikan. Kalau ada warga yang mau berjualan kita kasi, tidak dipungut biaya. Yang penting ada niat dan modal untuk berjualan” jelasnya.
Fungsi Pasar Ijogading juga untuk mengantisipasi para pedagang di Pasar Negara yang akan direnovasi.
“Sebelum di Renovasi nanti pedagang di Pasar Negara kita relokasi kesini (Pasar Ijogading). Kalau didalam tidak cukup, kita bangun di halaman ini” ungkapnya.
Mereka juga nantinya diperbolehkan untuk tetap berjualan di Pasar Ijogading jika mereka memang berkeinginan untuk itu, namun satu pedagang satu kios.
“Saya tidak ingin seperti kata orang di Pasar Banjar Tengah ada satu pedagang punya 48 kios dan los. Gila tidak itu” terangnya.
Kondisi tersebut menurutnya tidak boleh terjadi di Pasar Negara dan Pasar Ijogading.
“Ini tugas Dinas Koperindag. Harus seleksi dan teliti dalam menerima pedagang” pungkas Bupati Artha. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *