banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Tersangkut Kasus Restribusi, Kadis Kominfo Jembrana Ditahan

 Tersangka Nengah Darna dan Kadis Kominfo Jembrana, Senin 5/2/18 Tersangka ND (atas) dan Kadis Kominfo Pemkab Jembrana, PR (bawah) saat di Kejari Jembrana.
Jembrana (Metrobali.com)-
Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Jembrana, Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Senin (5/2).
Kejari Jembrana juga menahan Nengah Darna yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Koordinator Terminal Gilimanuk.

Kejari Jembrana sebelumnya menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi restribusi Terminal Manuver Gilimanuk.
Pengamatan di Kejari Jembrana Senin (5/2), Kadis Kominfo datang ke Kejari Jembrana sekitar pukul 09.00 Wita dengan berpakaian dinas, sedangkan Darna datang bersama keluarganya.
Di Kejari Jembrana keduanya diperiksa di ruang berbeda, yakni Darna di lantai dua sedangkan Kadis Kominfo di lantai satu.
Sekitar satu setengah jam keduanya kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus) secara bergantian.
Dengan dikawal sejumlah Jaksa sekitar pukul 12.30 Wita Kadis Kominfo keluar dengan mengenakan pakaian tahanan warna oranye dan naik ke mobil tahanan Kejaksaan. Sebelumnya ia sempat melakukan pembicaraan dengan kuasa hukumnya.
Tidak berselang lama keluar tersangka lainnya yang juga mengenakan pakaian tahanan warna oranye dan selanjutnya dibawa ke Rutan Kelas IIB Negara sebagai tahanan Kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Negara, Anton Delianto dikonfirmasi di Kantor Kejari Jembrana Senin (5/2) mengatakan kasus Terminal Manuver Gilimanuk dengan dua (2) tersangka yakni PR dan ND sudah masuk dalam tahap penyidikan.
“Penahanan dilakukan bila dinilai perlu oleh penyidik” ujarnya.
Sementara Kasi Pidsus, Made Pasek Budiawan menambahkan penahanan terhadap kedua tersangka selama 20 hari kedepan semata-mata bertujuan untuk memperlancar proses penyidikan untuk selanjutnya ditingkatkan kepenuntutan dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.
“Kedua tersangka PR dan ND diduga melakukan tindak pidana penyimpangan dalam pengelolaan restribusi Terminal Manuver” jelasnya.
Dalam kasus ini Negara dirugikan hingga Rp.429 juta.
Kasus ini diselidiki Kejaksaan awal tahun 2017 dimana diduga telah terjadi penyimpangan pengelolaan restribusi kendaraan yang akan keluar Bali melalui Terminal Manuver selama kurun waktu setahun yakni tahun 2015-2016. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *