banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Penawaran Proyek Hingga 50 Persen Masih Ada

 

Jembrana (Metrobali.com)-

Memasuki lelang awal tahun ini penawaran terhadap sejumlah proyek di Kabupaten Jembrana hingga 50 persen masih saja terjadi. Padahal tahun lalu penawaran hingga 50 persen dari nilai pagu sempat mendapat sorotan.
Dari informasi yang diakses dari LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Jembrana, sejumlah pengadaan diawal tahun ini sudah masuk tahap pembuktian kualifikasi.
Dari sekian proyek, tiga paket lepang rehabilitasi jaringan irigasi yang paling mencolok. Bahkan sebuah perusahaan menawar hingga 40 persen lebih.
Seperti paket rehabilitasi jaringan irigasi Yeh Satang dengan 85 peserta. Dari pagu sebesar Rp.2.240.000.000 ada sebuah perusahaan yang mengajukan penawaran Rp.1 miliar atau 50 persen lebih dari nilai pagu. Sementara perusahaan lainnya mengajukan penawaran sekitar 20 persen dari nilai pagu.
Demikian juga dengan lelang jaringan irigasi Tegak Gede. Dari nilai pagu sebesar Rp.2.100.000.000 penawaran terendah mencapai Rp.1.300.000.000 atau sekitar 30 persen lebih.
Kepala Subbagian ULP Jembrana Ketut Sumawijaya dikonfirmasi Minggu (4/2) mengatakan lelang dengan penawaran terendah masih dievaluasi.
Menurutnya bisa saja yang menawar terendah gugur karena persyaratannya kurang lengkap.
“Sesui ketentuan memang begitu, dievaluasi dan diteliti terlebih dahulu. Peserta juga harus menunjukan bukti sesuai harga yang ditawarkan” jelasnya.
Karena menurutnya dikhawatirkan tawaran yang sangat rendah ini berdampak pada kualitas pekerjaan.
“Ini berkaca pada tahun lalu dimana ada rekanan yang tidak bisa melanjutkan pekerjaan sehingga harus putus kontrak” ungkapnya.
Sementara Kadis PU Jembrana Wayan Darwin mengatakan tender sudah dimulai bulan Januari sehingga diharapkan bulan Pebruari ini sudah ada pemenangnya.
“Ini khusus untuk dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Langsung mulai dikerjakan karena bulan Juni harus sudah ada serapan” ujarnya.
Jika bulan Juni tidak rampung lanjutnya pihaknya (Dinas PU) tidak bertanggungjawab.
“Kalau tidak rampung maka pembayaran tidak bisa diambil” pungkasnya. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *