banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Desa Visesa mempersembahkan pertunjukkan “Balinese Living Arts”.

Beliefs, Rituals and Spirits behind day to day life in Bali

Ubud (Metrobali.com)-

 Desa Visesa Ubud yang merupakan salah satu destinasi baru yang dikelilingi oleh alam khas pedesaan, membangkitkan kembali tradisi dan kebudayaan masa lalu yang mulai terlupakan. Terinsipirasi oleh kepercayaan, ritual dan kehidupan sehari- hari masyarakat pedesaan Bali, Desa Visesa mempersembahkan pertunjukkan “Balinese Living Arts”. Pertunjukan ini dipentaskan di area terbuka Desa Visesa dan juga di Puri Kantor Ubud, dengan dua cerita yang berbeda yaitu, Siwa Nataraja – Bali Unmasked yaitu menceritakan awal terbentuknya seni-seni yang ada di Bali yang disakralkan dan menjadi pedoman bagi masyarakat Bali khususnya. Diceritakan pula bagaimana segala kebaikan akan bisa meredam amarah dan Dewi Sri – The Quest for Balance yang menceritakan tentang kehidupan desa dan rasa syukur masyarakat Bali atas limpahan rejeki dan hasil panen yang diberikan. Disutradarai oleh Peter Wilson seorang sutradara terkenal yang berkolaborasi dengan Made Sidia, seorang master wayang kulit di Bali berhasil membawa gagasan baru mengenai pertunjukan dan musik tradisional tanpa melupakan konsep dari Desa Visesa.

Premier launching yang diadakan di Puri Kantor dihadiri kurang lebih 70 undangan, turut mengundang rekan – rekan dari hotel sekitar dan media partner. Pukul 11 siang para wisatawan yang berjalan – jalan disekitar Puri Kantor tampak mulai tertarik untuk menonton pertuntukan Siwa Nataraja tersebut. Ketika memasuki kawasan Puri, mereka langsung disambut oleh keramahan staff Desa Visesa, karena memasuki kawasan Puri para wisatawan diminta untuk menggunakan kain dan selendang sambil disuguhi welcome drink yang membuat pertunjukan seni ini kian sempurna. Cerita mengenai awal mula seni ini pun berhasil membuat para undangan dan wisatawan terhipnotis dan merinding, tidak lupa mereka juga tidak ingin melewatkan momen ini dan mengabadikannya dengan photo bersama para pemain setelah pertunjukan selesai.  Para tamu tampak sangat puas dan memberikan respon yang sangat positif dengan cerita yang berbeda dan unik, yang belum pernah mereka saksikan ketika berada di Bali.

Pada pukul 5 sore, semua undangan diajak untuk menyaksikan pertunjukan Dewi Sri – The Quest for Balance ditengah – tengah sawah di Desa Visesa. Kedua Premier Launching tersebut dilangsungkan pada tanggal 31 Januari 2018. Para undangan disuguhkan oleh bakat yang luar biasa dari para pemain serta pemandangan khas pedesaan di Bali yang menambah indah pertunjukan tersebut. Selain menyaksikan Balinese Living Arts, para undangan juga disuguhkan welcome drink dan snack tradisional selama pertunjukan berlangsung.

Pertunjukan ini diadakan dengan tujuan untuk melestarikan seni, tradisi dan budaya masyarakat Bali yang merupakan salah satu misi dari Desa Visesa.

Puri Kantor

11.00 am – 12 pm

Tiket Rp 200,000 net/orang (sudah termasuk welcome drink)

 

Desa Visesa

05.00 pm – 06.00 pm

Tiket Rp 300,000 net/orang (sudah termasuk welcome drink & light snack)

Kedua pertunjukan dipentaskan setiap hari Kamis, Sabtu & Minggu. RED-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *