banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Ini Kasus yang Berhasil Diungkap Polres Buleleng

Kapolres Buleleng AKBP Suratno

Buleleng, (Metrobali.com)-

Kapolres Buleleng AKBP Suratno tampaknya mempersempit ruang gerak para pelaku kriminalitas di wilayah hukumnya. Ia tidak segan-segan untuk mengintruksikan para Kapolsek agar lebih meningkatkan keamanan diwilayah hukumnya masing-masing. Upaya dari Kapolres ini ternyata bukannya tanpa hasil, terbukti dalam kurun waktu satu bulan sudah banyak kasus kriminal yang diungkapnya.

Seperti yang terjadi dipenghujung bulan Januari 2018 ini, 5 kasus kriminalitas sekaligus dapat diungkap, diantaranya kasus narkoba, penyelundupan lobster, menggauli anak dibawah umur dan kasus penganiayaan.

Dua kasus yang dihimpun metrobali.com diantaranya keberhasilan polisi menggagalkan rencana penyelundupan bibit lobster ke Madura.  Sebanyak 11.200 ekor lobster jenis mutiara dan jenis pasir berhasil digagalkan dari pelaku yang bernama Ahmad (45) yang merupakan warga dari Lingkungan Krajan, Desa Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ”Belasan ribu bibit lobster tidak ada ijinnya, dan kalau dijual sekitar Rp 170 juta” ujar Kapolres Suratno, Rabu (31/1) di Mapolres Buleleng.

Menurutnya penangkapan terhadap pelaku pembawa bibit lobster tanpa ijin ini berawal dari laporan masyarakat, yang manyatakan bahwa ada penyelundupan bibit lobster menggunakan kendaraan mobil jazz DK 1491 XC. Mendapat laporan ini, dengan sigap Satpolair Polres Buleleng melakukan penyelidikan, dan hasilnya pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 23.00 Wita.

”Saat mobil melintas di jalan raya Desa Penyabangan, saat itu juga anggota menyetop mobil tersebut” terang Suratno.

”Saat digeledah, anggota melihat bibit lobster didalam mobil yang dikemudikn oleh Ahmad sebanyak 56 kantong yang berisi bibit lobster. Saat itu juga pelaku ditangkap dengan barang bukti bibit lobster tanpa ijin tersebut” ujarnya menambahkan.

Atas perbuatannya ini, pelaku Ahmad dijerat dengan Pasal 92 Jo Psal 88 UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan, ancaman hukumannya 8 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Sedangkan untuk kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur, menurut Kapolres Suratno pelakunya bernama Komang Pustika (23) warga Dusun Ingsakan, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng dan korbannya sebut saja namanya Bunga (16). Dan dari hasil pemeriksaan Unit PPA Satreskrim Polres Bleleng dikatakan bahwa peristiwa ini berawal dari pelaku Komang Pustika dan Bunga menjalin asmara cinta.

Selanjutnya sekitar bulan Mei 2017 lalu mereka melakukan hubungan bak suami istri di salah satu kamar hotel yang ada di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.”Mereka dalan menjalin kasih dengan melakukan persetubuhan sudah empat kali dengan tempat yang berbeda yang berujung pada hamilnya anak yang masih dibawah umur itu,” terangnya.

Mengetahui dirinya hamil, lantas Bunga memberitahu pelaku Pustika. Pelakupun akhirnya membawa kabur ke Tabanan dan berjanji akan menikahinya. Janji tinggal jani, karena pelaku tidak mau menikahinya dengan alasan masih hamil. Dalam pelariannya selama dua bulan, akhirnya keluarga korban melaporkannya ke Polisi untuk ditindak lanjuti secara hukum. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *