banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Ini Program Mantra-Kerta untuk Ajeg Bali

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta bersama Ketua DPD NasDem Denpasar I Dewa Nyoman Budiasa.

Denpasar (Metrobali.com)-

Para pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Bali dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 27 Juni 2018 mulai beradu program kendati belum resmi ditetapkan sebagai paslon oleh KPUD Bali. Baik pasangan I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) maupun Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) makin gencar melontarkan janji-janji politik dan program yang diusung.
Masing-masing paslon punya program unggulan tersendiri sebagai salah satu “senjata ampuh” menarik simpati pemilih. Seperti Mantra-Kerta yang mengusung visi misi Nawa Candra yang pada intinya berisi program prioritas untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di sembilan kabupaten/kota di Bali.
Dalam Nawa Candra visi yang diusung Mantra-Kerta adalah terwujudnya Bali yang harmoni, maju, aman , damai dan jagadhita. Misinya ada empat capaian yakni mewujudkan Bali maju, aman, damai, modern dan metaksu sebagai pengejawantahan ajeg Bali.
“Program-program dalam Nawa Candra diarahkan untuk mewujudkan cita-cita luhur ajeg Bali, kata Calon Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta saat menerima kunjungan sejumlah pimpinan DPD/DPC partai politik Koalisi Rakyat Bali (KRB) di Denpasar, Jumat (12/1/2018).
Sudikerta yang kini masih menjabat Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018 itu memaparkan ada sejumlah program prioritas yang akan dijalankan bersama Rai Mantra untuk mewujudkan ajeg Bali. Pertama, penguatan kelembagaan desa pakraman melalui berbagai bantuan dan program pemberdayaan. “Untuk itu bantuan kepada desa pakraman harus ditingkatkan,” tegas Sudikerta.
Kedua, penguatan eksistensi LPD yang merupakan warisan gagasan ayah Rai Mantra yakni almarhum Prof Ida Bagus Mantra. LPD harus diperkuat dari sisi dukungan permodalan, SDM melalui pelatihan, profesionalitas kelembagan dan pengurus, aspek pengembangan bisnis dan kesejahteraan krama desa pakraman serta penguatan modal sosial.
 “LPD ini aset Bali yang harus dikembangkan sebab berkontribusi pada ekonomi di desa pakraman. LPD penting perannya untuk ajeg Bali karena berkontribusi pada kegiatan sosial kemasyarakat, agama dan budaya,” tegas Sudikerta yang juga Ketua DPD Golkar Bali itu.
Ketiga, pelestarian budaya Bali juga menjadi nafas dari ajeg Bali. Jika budaya Bali hilang maka identitas Bali juga sirna. Terlebih Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata yang memang bertumpu atau bermodalkan pada keunikan dan keberagaman serta kelestarian budaya Bali. “Budaya juga harus kita kemas agar pariwisata budaya Bali maju,”katanya.
Sejumlah  cara pelestarian budaya Bali, kata Sudikerta seperti menyiapkan perangkat berupa sarana prasarana, memerhatikan kesejahteraan seniman misalnya dengan pemberian insentif. “Tapi ajeg Bali ini harus kita wujudkan bersama-sama. Kuncinya adalah dukungan masyarakat dan juga ada good will dari pemimpin Bali,” tandas Sudikerta. WID-MB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *