banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Gerebek Galian C, Polisi Kembangkan Dugaan Pungli

 
Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo saat ekspus kasus Galian C

Jembrana (Metrobali.com)-

Aktivitas Galian C di Lingkungan Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo digrebek polisi, Rabu (10/1).
Galian C di sungai Biluk Poh Kangin ini diduga tidak mengantongi izin (ilegal).
Dari penggrebegan itu polisi mengamankan 10 orang terduga pelaku, 6 orang diantaranya sopir truk dan 6 unit truk beserta muatannya berupa sirtu (pasir dan batu).
Selain itu, polisi juga mengamankan 12 buah sekop, buku tulis berisi catatan truk yang masuk keareal sungai dan uang senilai Rp.610.000
Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kasat Reskrim AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan penggerebekan itu berawal dari informasi masyarakat.
“Saat diamankan mereka sedang beraktivitas menaikan pasir dan batu keatas truk. Mereka dan truknya kemudian diamankan ke Polres” ujar Kapolres Priyanto, Kamis (11/1).
Saat dimintai keterangan lanjutnya satu engkel truk pasir bercampur batu mereka jual dengan harga bervariasi kisaran Rp.130 ribu hingga Rp.350 ribu.
“Kami masih mendalami kemungkinan terjadinya pungli” ujar Kapolres Priyanto.
Karena sambung Kapolres Proyanto dari keterangan sejumlah pelaku setiap truk dikenakan retribusi senilai Rp.15 ribu yang diserahkan kepada seseorang berinisial Nengah ST.
Kapolres Priyanto mengatakan para pelaku pelanggar tindak pidana melakukan usaha penambangan tanpa izin usaha penambangan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 UURI no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.
“Ancaman kurungannya paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.10 miliar” ujar Kapolres Priyanto. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *