banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Bidik Tuan Rumah PON 2024, Komisi IV DPRD Bali Segera Usulkan Perda Keolahragaan

Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry (kiri)  dan Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta (kanan)  saat kunker ke Dispora Jatim,  Rabu (10/1/2018).

Denpasar (Metrobali.com)-

Bali tengah membidik menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)  XXI pada 2024. Diperlukan dukungan berbagai pihak dari sejumlah sisi termasuk aspek legislasi berupa peraturan daerah (perda) keolahragaan.
Untuk itu, Komisi IV DPRD Bali bergerak cepat untuk mewujudkan gagasan perlunya Bali merancang perda keolahragaan.  Perda inisiatif Dewan tersebut segera diusulkan dan dimasukkan dalam agenda kerja Badan Legislasi (Baleg) DPRD Bali tahun 2018 ini.
Bahkan di pertengahan Januari 2018, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta telah mengagendakan untuk menyerap aspirasi berbagai stakeholder menindaklanjuti gagasan perda keolahragaan tersebut.
“Perda keolahragaan akan menjadi perda inisiatif yang diusulkan Komisi IV DPRD Bali untuk mendukung Bali tuan rumah PON 2024. Kami akan bergerak cepat.  Tanggal 17 ini (Januari 2018) kami akan undang berbagai stakeholder,” kata Parta saat dihubungi via telepon Kamis (11/1/2018).
Perda keolahragaan ini diharapkan mampu mengatur sejumlah aspek untuk pengembangan olahraga di Pulau Dewata mulai dari fasilitas dan sarana prasarana, pembinaan alter secara berkelanjutan,  penganggaran program keolahragaan, kesejahteraan atlet dan pelatih serta pihak terkait, memasyarakatkan olahraga sebagai life style, dan aspek lainnya.
“Yang paling penting dari keberadaan perda keolahragaan ini adalah bagaimana mendorong pemerintah menyediakan sarana prasarana olahraga agar Bali menjadi tuan rumah PON 2024,” tegas Parta.
Lebih lanjut Parta memaparkan, melalui perda keolahragaan tersebut, pihaknya ingin pembangunan keolahragaan menjadi salah satu upaya strategis meningkatkan  kualitas hidup manusia Indonesia khususnya Bali secara jasmani dan rohani serta sosial dalam mewujudkan masyarakat berbudi luhur, displin dan berkarakter baik.
Kedua, imbuh Parta, dengan perda keolahragaan ini diharapkan terwujud sistem tata kelola  keolahragaan yang terpadu, efisien dan akuntabel serta berwawasan industri dan kewirausahan. Sebab saat ini olahraga bisa dikelola secara profesional untuk menjadi industri yang mendorong perekonomian masyarakat khususnya juga bisa dikemas menjadi daya tarik wisata melalui sport tourism.
Ketiga harus ada upaya menjadikan olahraga  sebagai gerakan budaya dan life style atau gaya hidup masyarakat untuk mendorong kebiasaan hidup aktif dan sehat. “Sudah saatnya  juga mewujudkan pembinaan olahraga dari hulu ke hilir, mulai dari pembibitan, pembinaan sampai penghargaan dan  pemberian jaminan masa depan bagi para atlet,” ujar politisi PDI P asal Gianyar tersebut.
Melalui perda keolahragaan ini juga mesti ada upaya mengubah paradigma pembangunan dengan lebih baik menyediakan anggaran untuk pembangunan  lapangan dan open space (ruang terbuka)  daripada menyediakan biaya utuk menanggulangi kesehatan masyarakat dan membangun gedung gedung rumah sakit.
“Artinya makin banyak lapangan yang dibangun dan open space yang disiapkan untuk aktivitas olahraga maka akan makin sedikit orang masuk rumah sakit,” pungkas Parta.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry. ”Saatnya Bali mewujudkan perda tentang keolahragaan dalam rangka meraih prestasi terbaik di bidang olahraga,” kata Sugawa Korry saat dihubungi via telepon,  Kamis (11/1/2018)
Ditambahkannya, sudah saatnya pemda dan masyarakat Bali menangani pemberdayaan keolahragaan secara lebih terarah, terencana dan berkesinambungan. Harapannya,  prestasi olahraga atlet-atlet Bali dalam berbagai perhelatan olahraga, baik di tingkat daerah, nasional dan internasional  bisa makin ditingkatkan.
“Kami berharap Komisi IV nantinya menindaklanjuti dalam bentuk perda inisiatif dengan diawali melaksanakan kajian akademis yang melibatkan akademisi dan stakeholder di bidang olahraga di Bali,” pungkas Sugawa Korry yang juga dosen Pascasarjana Universitas Warmadewa itu. WID-MB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *