banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Terkait Deklarasi KBS-ACE, Dua Perbekel “Diperiksa” Panwaslu Jembrana

Perbekel Desa Air Kuning, Samanhuri

Jembrana (Metrobali.com)-

Panwaslu Jembrana unjuk gigi. Dua perbekel yakni Perbekel Desa Perancak, I Nyoman Wijana dan Perbekel Desa Air Kuning, Samanhuri dimintai keterangan di Kantor Panwaslu Jembrana, Selasa (9/1).

Di Kantor Panwaslu keduanya dimintai keterangan sekitar satu jam terkait kehadiran keduannya diacara Deklarasi paslon Cagub-Cawagub Bali KBS-ACE di Lapangan Umum Negara beberapa waktu lalu.

Pengamatan di Kantor Panawaslu Selasa (9/1), klarifikasi pertama dilakukan terhadap Perbekel Desa Perancak, I Nyoman Wijana. Ia datang ke Kantor Panwaslu di Jalan Udayana, Negara sekitar pukul 09.30 Wita.

Di Kantor Panwaslu, klarifikasi terhadap purnawirawan polisi ini dilakukan anggota Panwaslu, I Nyoman Westra, koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penindakan Pelanggaran. Perbekel Desa Perancak keluar dari rungan Panwaslu sekitar pukul 10.40 Wita.

Perbekel Desa Perancak, I Nyoman Wijana mengaku datang keacara Deklarasi KBS-ACE hanya sebatas memenuhi undangan dari panitia yang ditandatangani oleh Made Kembang Hartawan dan Ni Made Sutarmi, Sekretaris.

“Siapapun yang mengundang saya, saya pasti hadir. Disitu kapasitas saya hadir bukan atas nama pribadi tapi atas nama jabatan saya sebagai perbekel. Karena semua perbekel dan lurah diundang maka saya hadir” jelas Wijana saat ditemui di Kantor Panwaslu Jembrana, Selasa (9/1).

Disamping itu lanjut Wijana karena ada masyarakatnya yang hadir, sehingga pihaknya ingin tahu sejauh mana reaksi masyarakat saya terhadap deklarasi tersebut.

“Saya hadir juga ingin tahu apa visi misi kedepan dari paslon calon gubernur ini. Tapi kalau tidak diundang, saya tidak hadir. Pastinya saya hadir sebagai undangan. Tidak ada membawa massa. Kalau pun tidak menghadirkan massa tapi kan masyarakat saya yang hadir dan harus saya dampingi” tandasnya.

Menurutya ada tiga pertanyaan yang diajukan terhadap dirinya yakni apakah sehat, tahu sampai diundang kesini dan apa tujuan hadir di lapangan umum Negara.

Dikesempatan itu Wijana sempat mengeritik redaksi surat undangan yang dilayangkan Panawaslu Jembrana terhadap dirinya. Dalam surat itu menurutnya undangan bukan ditujukan kepada perbekel tapi atas nama pribadi.

“Nama saya I Nyoman Wijana, itu kan pribadi. Tadi sudah saya minta untuk dikoreksi. Biar sama-sama jalan, saya tidak menyalahkan Panwaslu. Ini memang sudah tugas silahkan dijalankan” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Air Kuning, Samanhuri datang ke Kantor Panwaslu sekitar pukul 14.00 Wita. Ia juga mengaku datang keacara tersebut karena diundang.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan ada 15 pertanyaan yang diajukan terhadap kedua perbekel tersebut.

“Pertanyaan yang diajukan terkait seputaran kehadiran mereka disana ( Deklarasi KBS-ACE) di lapangan Umum Negara” ujar Pande.

Dari klarifikasi itu lanjutnya mereka mengaku karena diundang dan ingin mengetahui misi visi dari paslon. Terkait dugaan beberapa ASN sambung Pande pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Sekda Jembrana.

“Terkait pemanggilan terhadap ASN kami masih melakukan beberapa pertimbangan. Tapi yang jelas kami sudah berkoordinasi denganSekda untuk diberikan pembinaan dan peringatan” ungkapnya.

Terkait dengan yang mengundang sambung Pande pihaknya juga masih melakukan pendalaman seberapa besar pelanggaran berdasarkan pasal-pasal.

“Masih kita telusuri. Saya kira masih ada waktu” imbuhnya.

Ditanya berapa perbekel yang hadir, Pande mengatakan banyak. “Kita punya waktu lima hari, sekarang sudah berjalan tiga hari. Besok kita undang Perbekel Desa Nusasari dan tegal Badeng Barat” pungkasnya. MT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *