banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Anggota DPD RI Oka Ratmadi Hadiri Peringatan Hari Ibu PKK Banjar Kamasan

Peringatan Hari Ibu oleh PKK Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Sabtu (30/12/2017), malam/MB

Tabanan, (Metrobali.com) –

Peringatan Hari Ibu 22 Desember 2017 bukan sekedar rutinitas, tetapi momentum penting bagi semua lapisan masyarakat khususnya kalangan perempuan Indonesia untuk membangun kesadaraan bersama dan kesetaraan antara laki dan perempuan.

Makna kesetaraan antara laki dan perempuan tentu tidak lepas dari hakekat terkait kodrat, norma sosial, hukum dan sebagainya apalagi di jaman sekarang jaman yang penuh dengan perubahan dan perkembangan teknologi, sehingga makna bersama dalam kesetaraan menjadi sesuatu yang penting untuk dipelajari dan diperhatikan oleh semua pihak. Hal tersebut terungkap dalam dialog saat digelarnya peringatan Hari Ibu oleh PKK Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Sabtu (30/12/2017), malam.

Peringatan hari Ibu PKK Banjar Kamasan mengambil tema “Berkesadaran Bersama Membangun Kamasan Dalam Bangga Terhadap Potensi Lokal”.  Selain melibatkan puluhan ibu-ibu PKK banjar Kamasan, pihak panitia juga mengundang sejumlah tokoh nasional dan pejabat daerah antara lain anggota DPD RI AA. Ngr Oka Ratmadi, SH (Cok Rat), anggota Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, S.Pd., perwakilan anggota DPR-RI I Made Urip, perwakilan Camat Tabanan, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tabanan, Perbekel Desa Dajan Peken, kelian adat dan dinas serta para tokoh Banjar Kamasan dan udangan lainnya.

Ketua PKK Banjar Kamasan, Ni Kadek Meirawati, S.Pd., dalam laporannya mengatakan terkait dengan tema perayaan Hari Ibu tahun 2017 ini, diharapkan dapat mejadi ajang pembelajaran dan tukar informasi untuk mewujudkan kebersamaan khususnya antar warga banjar Kamasan. “Berkesadaran Bersama Membangun Kamasan Dalam Bangga Terhadap Potensi Lokal juga salah satu wujud peran serta PKK Banjar Kamasan dalam mendukung program pemerintah Tabanan, Tabanan Serasi,”jelasnya.

Sementara Cok Rat dalam kesempatan ini memaparkan, saat ini jumlah penduduk perempuan di dunia termasuk pula di Indonesia dan Bali lebih banyak dari lawan jenisnya. Sementara pada sisi yang lain banyak persoalan yang sedang dihadapi perempuan yang kedepannya harus segera dicarikan solusinya.

Cok Rat menambahkan, memacu diri untuk meningkatkan kwalitas diri tersebut tentu bertujuan agar para perempuan semakin mampu menempatkan kehormatan dirinya sebagai sosok perempuan. Terutama juga untuk mensejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki. Terlebih lagi dengan kemoderenan jaman dan semakin pesatnya perkembangan tekonologi, banyak hal yang bisa dilakukan para perempuan untuk mensejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki. Para perempuan Bali harus terus memacu diri untuk meningkatkan kwalitas diri, terangnya.

Lajut Cok Rat, memacu diri untuk meningkatkan kwalitas diri tersebut tentu bertujuan agar para perempuan semakin mampu menempatkan kehormatan dirinya sebagai sosok perempuan. Terutama juga untuk mensejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki. Terlebih lagi dengan kemodernan jaman dan semakin pesatnya perkembangan tekonologi, banyak hal yang bisa dilakukan para perempuan untuk mensejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki.  “Momentum peringatan hari ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember sudah semestinya dapat melahirkan gagasan dan hal-hal produktif bagi semua lapisan masyarakat, pemerintah dan negara, pungkasnya.

Senada dengan Cok Rat, anggota Komisi IV Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, S.Pd., mengatakan, peran perempuan dalam pembangunan termasuk pula dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan dengan visi Tabanan Serasi sangat penting. Sehingga para perempuan diharapkannya memiliki visi yang sama dalam melakukan setiap gerak langkahnya.

Imbuh Wastana, Peringatan Hari Ibu sendiri merupakan momentum perenungan terhadap jejak perjuangan perempuan Indonesia yang telah berlangsung pada 22 hingga 25 Desember 1928 silam. Pada saat itu, untuk pertama kalinya para perempuan Indonesia menggelar kongres bertempat di Yogyakarta. Ditetapkannya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu berlangsung pada kongres ketiga pada tahun 1938, paparnya.

Peringatan Hari Ibu oleh PKK Banjar Kamasan juga dimeriahkan dengan pentas seni melibatkan anak-anak dan kalangan dewasa. Kegiatan seni dan budaya serta kuliner merupakan salah satu upaya PKK banjar Kamasan untuk mengangkat potensi lokal. MB-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *