banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Terdampak Erupsi G. Agung, Keluarga I Made Sebita Dievakuasi Paksa dari Gubugnya di Bibir Sungai Unda

Petugas gabungan terpaksa mengevakuasi paksa keluarga I Made Sebita alias Sendo beserta istri dan dua anaknya pada Kamis 28 Desember 2017 siang di Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung/MB

Klungkung, (Metrobali.com) –
Enggan dievakuasi padahal lokasi tempat tinggalnya terdampak luapan Sungai Unda akibat aktivitas erupsi Gunung Agung, petugas gabungan terpaksa mengevakuasi paksa keluarga I Made Sebita alias Sendo beserta istri dan dua anaknya pada Kamis 28 Desember 2017 siang di Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung.
“Keluarga Sendo selama ini menempati gubug tak layak huni tepat di bibir Sungai Unda dibawah Jembatan Panjang, Desa Tangkas, kec/kab. Klungkung,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada, Kamis 28 Desember 2017.
Kondisi gubug, katanya, sudah terendam air sungai yang berlumpur dan mereka menempati bangunan milik I Ketut Kota (42) yang juga tinggal tak jauh dari gubug tersebut.
Dan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa jika terjadi luapan pada waktu tertentu maka pihaknya beserta Perbekel Desa Tangkas, Kadus Peken, Babinkamtibmas Desa Tangkas serta pecalang dan beberapa warga setempat melakukan tindakan tegas memindahkan I Made Sebita (sendo) sekeluarga.
“Rumah tersebut sebenarnya adalah hasil bedah desa (bedah rumah) yang dilakukan oleh Bupati Klungkung di Desa Tangkas beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Setelah proses evakuasi, pihak BPBD menyerahkan fasilitas pemenuhan kebutuhan dasar sehingga I Made Sebita (sendo) beserta istri dan 2 anaknya bisa tetap tinggal di rumah serta tidak tinggal disepadan sungai lagi.
Memang menurut Perbekel, Kadus maupun masyarakat lainnya mengenai I Made Sebita (sendo) beserta istri dan 2 anaknya, selama ini sudah dinasehati namun tetap bersikeras tinggal di gubug tersebut.
“Pada waktu erupsi I juga sudah sempat dipindahkan ke bale banjar untuk tinggal sementara namun malah kembali menempati gubug tersebut bukannya kembali ke rumah. Dan diketahui memang kedua anaknya mengalami gangguan psikologi,” ungkapnya.
Saat ini I Made Sebita (sendo) beserta istri dan 2 anaknya sudah berada di rumah dan diawasi oleh warga sekitar dan Linmas setempat dan dalam keadaan aman. SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *