banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Desa Kesiman Petilan Siap Menangkan KBS-ACE

Koster Lahir dari Keluarga Miskin
Suasana tatap muka paket Cagub dan Cawagub Bali KBS-ACE di Desa Kesiman Petilan Denpasar Utara

Denpasar (Metrobali.com)-

Pasangan Calon Gubernur Bali yang diusung PDI Perjuangan, Wayan Koster, melaksanakan tatap muka dengan warga masyarakat di Desa Kesiman Petilan Denpasar Timur. Tatap muka dilaksanakan di Balai Banjar Bukit Buwung dan dihadiri hampir seribu massa pendukung KBS-ACE.
Kehadiran Cagub Bali Wayan Koster atau yang semakin dikenal masyarakat Bali dengan sebutan Koster Bali Satu (KBS) di Desa Kesiman Petilan ini didampingi penglingsir Puri Pemayun Kesiman I Gusti Bagus Oka dan I Gusti Ngurah Gede yang juga petugas partai di legislatif, serta Sekretaris DPD PDI Perjuangan yang sekaligus Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Tampak juga anggota fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, DPRD Bali, DPRD Kota Denpasar, struktur DPD, DPC, Ranting hingga Anak Ranting PDI Perjuangan serta kader dan simpatisan banteng moncong putih di Kota Denpasar. Diiringi baleganjur, dengan langkah meyakinkan Cagub KBS disambut hangat warga masyarakat di Banjar Bukit Buwung.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, menyatakan dengan semangat dan soliditas PDI Perjuangan di Bali khususnya di Kota Denpasar, Ia yakin dan optimis pasangan Cagub dan Cawagub Bali yang diusung PDI Perjuangan akan menang di Kota Denpasar.
“Melihat kekompakan dan persatuan ini, saya yakin KBS-ACE akan menang di Kota Denpasar dan Bali secara keseluruhan”, ungkapnya.
Dijelaskannya juga, Wayan Koster merupakan figur yang tepat untuk memimpin Bali, didampingi Cok Ace yang seorang akademisi, seniman dan juga budayawan. Tiga periode duduk sebagai anggota DPR RI dan berlatar belakang akademisi dan juga politikus, maka paket KBS-ACE menurut I Gusti Ngurah Gede merupakan kombinasi sosok putra Bali yang sangat tepat untuk memimpin Bali.
Wayan Koster juga menurutnya, sudah terbukti loyalitasnya membangun Bali selama 3 periode sebagai anggota DPR RI. Di pileg 2009, Wayan Koster meraup suara 185 ribu melebihi BPP yakni 160 ribu dan menempatkan KBS di urutan nomor 7 peraih suara legislatif terbanyak nasional. Lalu di pileg 2014 jumlah suara Wayan Koster kembali naik menjadi 260 ribu lebih sedangkan BPP-nya 220 ribu. Raihan suara itu membawa Wayan Koster menempati posisi 3 peraih suara legislatif pusat secara nasional.
“Dengan melihat sosok dan figur Wayan Koster, tak ada kata lain lagi bagi saya dan juga seluruh kader PDI Perjuangan untuk siap dan bulat memenangkan KBS-ACE di pilgub Bali tahun 2018”, tegas I Gusti Ngurah Gede yang juga Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE tingkat Kota Denpasar.
Dihadapan warga, I Gusti Ngurah Gede juga menyatakan Wayan Koster telah banyak membantu masyarakat Bali lewat program revitalisasi desa adat melalui bantuan wantilan, tempat suci, maupun gamelan dan sanggar-sanggar kesenian.
“Buktinya sekarang, lihat balai banjar Bukit Buwung berdiri megah, ini juga tidak lepas dari andil dan perjuangan Bapak Wayan Koster”, jelasnya disambut tepuk tangan semarak warga. Sementara itu, Calon Gubernur Bali Wayan Koster “KBS”, menyampaikan terima kasih telah dapat bertatap muka dengan warga Desa Kesiman Petilan.
“Ini tatap muka saya pertama di Kota Denpasar di Kesiman karena Ketua DPC merangkap Ketua Tim Pemenangan dari Kesiman agar spiritnya melebar ke seluruh Kota denpasar”, ujar KBS.
Dihadapan krama, KBS juga memperkenalkan diri bahwa Ia lahir dari keluarga sangat miskin di sebuah desa tua bali aga, yakni Desa Sembiran Kabupaten Buleleng. Bahkan saking miskinnya keluarga Koster saat itu, Ia harus makan seadanya seperti umbi-umbian bahkan makan nasi pun sangat jarang. Meski dari keluarga yang bisa dikatakan berada dibawah garis kemiskinan, tapi tekadnya untuk bersekolah menempuh pendidikan, sangat tinggi. Karena itu, lulus SD, SMP, SMA sampai kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di ITB tahun 1981, semuanya itu berkat bantuan orang lain.
“Saya bersyukur ada yang menolong pendidikan saya. Sehingga kini saatnya saya membalasnya dengan banyak menolong orang”, kata KBS yang juga anggota DPR RI ini. Sempat menjadi pegawai honor Kemendikbud di Jakarta tahun 1988 sebagai peneliti.
Kemudian tahun 1991 jadi CPNS dan tahun 1992 menjadi PNS penuh di Kemendikbud. Selain itu KBS juga aktif di organisasi Hindu seperti Peradah dan Prajaniti sampai tahun 2004. Di tahun inilah kemudian KBS maju sebagai anggota DPR RI atas dorong teman kuliahnya di ITB, Pramono Anung, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di Pemerintahan Presiden Jokowi.
Sejak dilantik sebagai anggota DPR, KBS ditugaskan di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga serta duduk di Badan Anggaran DPR sampai sekarang. Selama di Komisi X dengan kapasitas dan kewenangan yang dimiliki KBS terutama di sektor pendidikan dan juga budaya, banyak bantuan untuk kepentingan kegiatan adat, agama, tradisi seni dan budaya telah dibantunya, termasuk diantaranya balai Banjar Bukit Buwung ini.
“Diantaranya wantilan ini dengan bantuan dana yang saya perjuangan senilai 475 juta dari 2 milyar lebih anggaran pembangunan fisiknya”, jelas KBS.
Diungkapkannya juga, secara khusus Ia memprogramkan lewat APBN melalui revitalisasi desa adat. “Jadi tiap tahun itu isinya membagi wantilan, pura dan wantilan”, ucapnya. Dijelaskan KBS, dalam satu tahun ada 25-30 wantilan yang dibantunya di seluruh Bali. “Setelah saya rekap sampai tahun ini sudah 245 wantilan seBali yang saya bantu anggarannya dari pusat”, ungkapnya.
Bahkan di tahun 2018, ada sekitar 23 wantilan yang akan direalisasikan bantuannya. Sedangkan gamelan 160 barung di seluruh Bali. Tempat suci Hindu, Pura, ada 95 di seluruh Bali. “Ini saya programkan karena di Bali salah satu beban masyarakatnya adalah menjalankan kehidupan adat istiadat sehingga saya berjuang di pusat untuk membantu dan meringankan beban krama Bali”, jelasnya.
Di sektor pendidikan, sejak dilantik sebagai anggota DPR tahun 2004, KBS langsung unjuk gigi dengan membuat UU Guru dan Dosen tahun 2005 sehingga saat ini guru di seluruh Indonesia yang telah bersertifikasi, berhak atas tunjangan profesi guru satu kali gaji pokok. “Di Bali ada 40 ribuan guru yang saya monitor sudah bersertifikasi”, ungkapnya.
Tak hanya guru, oleh KBS, dosen pun juga telah dibuatkan regulasinya yakni UU Pendidikan Tinggi. Di regulasi itu, dosen yang sebelumnya pensiun usia 65 tahun, sekarang pensiun di usia 70 tahun. “Kalau guru besar, dapat tunjangan profesi dan kehormatan satu kali gaji pokok, jadi cukup besar penghasilan guru dan dosen sekarang”, ujar KBS yang juga berlatar belakang akademisi ini. UU Guru dan Dosen juga akan meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik di Indonesia.
“Mengapa saya buatkan undang-undang ini karena saya paham guru dan dosen jaman dulu pensiunannya kecil-kecil. Tapi dengan regulasi yang sekarang, astungkara kehidupan dan kesejahteraan guru dan dosen sudah meningkat”, pungkasnya.
Sementara itu sejumlah warga Desa Kesiman Petilan menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan Wayan Koster sebagai anggota DPR RI. “Sudah terbukti kerja Bapak kepada kami masyarakat Bali khususnya. Saya berdoa agar apa yang bapak cita-citakan akan terwujud”, harapnya.
Pada kesempata itu, juga terungkap kebulatan tekad dari krama Desa Kesiman Petilan untuk memenangkan KBS-ACE di pilgub Bali 27 Juni 2018. “Kami warga Desa Kesiman Petilan siap memenangkan pasangan KBS-ACE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018-2023”, tegasnya singkat yang dibacakan salah seorang warga. GA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *