banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Jelang Pilkada, Cok Ibah Tetap Jalankan Upacara Adat Budaya

SONY DSC

Jumat (22/12) dilangsungkan upacara Manusa Nyadnya, yakni Mepandes (potong gigi) dan pawiwahan (pernikahan)/MB

Gianyar, (Metrobali.com) –
Nama Cokorda Kerthiasa yang akrab disapa Cok Ibah, Kini tengah menjadi sorotan. Tak lain karena posisinya sebagai calon Bupati Gianyar melalui jalur Koalisi Gianyar Bangkit (KGB). Dia dipasangkan dengan politisi perempuan Pande Maharani.
Di tengah kesibukan menjelang perhelatan itu,  tokoh ini tetap menjalankan kewajiban sebagai sesepuh dalam memimpin berbagai upacara adat . Seperti yang dilakoni , Jumat (22/12) ketika dilangsungkan upacara Manusa Nyadnya, yakni Mepandes (potong gigi) dan pawiwahan (pernikahan). “Kami merasa berbahagia bisa menjalankan upacara ini. Kalau soal waktu ya memang hari baiknya saat ini,” ujarnya
Pawiwahan sendiri adalah antara Cokorda Gede Agung Surya Dwi Dharma dengan  Cokorda Istri Laksmi Dewi, SE . Sementara mepandes dijalani  Cokorda Gde Wahirayasa, Cokorda Istri Wahyuniyasanti, Cokorda Istri Gita Wahariyasanti, Cokorda Istri Supralaksmiyanti, Cokorda Istri Sri Apriyanti Sudharsana, Cokorda Nitya Prema, Tjokorda Putra Adi Sutirta Kerthyasa.
Istimewanya, istri Cok Ibah,  Jero Asri Kerthyasa juga mengikutinya. “Ini simbol dari upaya kita menghilangkan sumber-sumber godaan manusia sehingga bisa melangkah lebih baik ke depannnya,” ujar mengenai upacara yang dilaksanakan di Puri Saren Kauh itu. Dengan acara itu, dia berharap akan menjadi sumbangsih Puri Ubud dalam pelestarian adat dan budaya Bali.
Dia pun bangga karena banyaknya anak muda yang telibat dan menampilkan berbagai inovasi khususnya dalam hal dekorasi dan asesoris kegiatan. Ini menunjukkan adanya kreativitas baru selain unsur pelestarian tradisinya.
Mengenai kehadiran sejumlah tokoh politik, termasuk yang sedang bersaing di ajang Pilkada, menurut dia, tak perlu ditafsirkan terlalu jauh. “Itu justru menunjukkan kita bisa bersahabat dengan siapa saja tanpa melihat latar belakang politiknya,” ujar pria murah senyum ini. Selama ini, Ia sendiri dikenal selalu meluangkan waktu untuk menghadiri berbagai undangan yang terkait dengan upacara adat dan budaya. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *