banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Dampak Erupsi Gunung Agung, Kinerja BPR di Bali Melambat

 

bprEvaluasi kinerja BPR/S Provinsi Bali 2018 dan outlook ekonomi 2018 di Denpasar, Rabu (7/12).

 

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Erupsi Gunung Agung menimbulkan multiflier efek tidak hanya bagi sektor pariwisata namun juga berdampak serius bagi industri perbankan di Bali seperti BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusra mencatat ada 24 BPR yang terdampak bencana erupsi Gunung Agung dan 4 diantaranya terkena dampak yang cukup serius dan menyebabkan peningkatan NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet.

“Kondịsi erupsi Gunung Agung ini berdampak pada BPR dan harus kita antisipasi. Kami melakukan tes dan ada 24 BPR di Bali yang terkena dampak Gunung Agung dan ada 4 BPR terdampak serius. Jadi BPR harus berhati-hati dalam pemberian kredit karena NPL tinggi akan berdampak pada kinerja perbankan keseluruhan,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra Hizbullah dalam acara evaluasi kinerja BPR/S Provinsi Bali 2018 dan outlook ekonomi 2018 di Denpasar, Rabu (7/12).

Menuju penghujung tahun 2017, kinerja industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Bali mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset BPR di Bali hingga September 2017 tercatat sebesar Rp 13,8 triliun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 8,87 % (year on year/yoy), jauh melambat dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 18,87 % (year on year/yoy).

Ditambahkan oleh Hizbullah, realisasi pertumbuhan penyaluran kredit BPR di Bali tahun ini juga lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga September 2017 sumber dana BPR di Bali yang disalurkan melalui kredit tercatat sebesar Rp 9,5 triliun dengan peningkatan sebesar 8,73 % atau sebesar Rp 762 miliar. Namun dari sisi pertumbuhan kredit, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,73 % (yoy).

Hizbullah menambahkan kinerja BPR diproyeksi semakin menurun karena salah satunya adanya dampak dari erupsi Gunung Agung yang menyebabkan adanya trend peningkatan NPL atau kredit macet. Kondisi tersebut diproyeksikan akan meningkatkan jumlah AYDA (Aset Yang Diambil Alih) yang dapat menyebabkan penurunan rasio permodalan bank apabila tidak bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan.

Menyikapi hal tersebut, kata Hizbullah, diperlukan peran aktif Dewan Komisaris agar memastikan direksi telah melakukan upaya yang optimal untuk melakukan penyelamatan kredit bermasalah dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. OJK Bali Nusra juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak eruspi Gunung Agung tersebut terhadap BPR di Bali. Salah satunya dengan meminta OJK Pusat memberikan diskresi aturan perbankan dan keringanan bagi debitur. “Kami sudah menyampaikan ke Pusat dan kami minta diskresi atau keringanan bagi debitur. Namun sampai sekarang belum ada jawaban,”pungkas Hizbullah.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta semua pihak dan instansi yang terkait industri perbankan di Bali bisa mengambil kebijakan dan solusi untuk mengatasi dampak erupsi Gunung Agung. Sebab banyak masyarakat yang tentunya kebingungan dan sulit untuk membayar kredit di perbankan karena lumpuhnya aktivitas ekonomi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) dan juga berdampak ke berbagai sektor dan daerah lain. “Ada 4 BPR yang terdampak erupsi Gunung Agung di ring 3 atau KRB 3  dan total 24 sampai ring 1. Jadi saya  minta diringankan suku bunga bagi kreditur atau masyarakat di wilayah di sana agar masyarakat bisa membayar dan mengembalikan pokok saja tanpa bunga sehingga bisa meringankan beban masyarakat,” kata Sudikerta.

Sudikerta juga meminta semua pihak jangan pesimis dengan perlambatan ekonomi sebagai dampak erupsi Gunung Agung melainkan saling membantu dan bahu membahu membangun perekonomian Bali. “Kita harus optimis dan mengambil kebijakan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan menyelamatkan BPR kita yang terdampak erupsi. Kalau ada CSR, mari BPR beli ternak warga dengan harga pasaran. Jangan malah bebankan masyakarat di sana,”tandas Sudikerta. WID-MB

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *