banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Disdikpora Buleleng Bentuk Tim Manajemen Dapodik Dan Publikasi

Suyasa : Sekolah Tidak Lakukan Pemutakhiran Data Kena Sanksi
Disdikpora Buleleng Bentuk Tim Manajemen Dapodik Dan Publikasi

Buleleng, (Metrobali.com)-

Pemkab Buleleng dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng pada Senin (4/12) di Ranggon Sunset Singaraja membentuk Tim Manajemen Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Publikasi Kabupaten Buleleng Tahun 2017. Hal itu dilakukan guna memantapkan dan memberikan sosialisasi mengenai pengisian data dalam data pokok pendidikan dan publikasi.
Kepala Disdikpora Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd menjelaskan tim manajemen Dapodik ini merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) dan Surat Edaran Dirjen agar daerah dalam hal ini Disdikpora kabupaten untuk mengaktifkan Dapodik. “Pemutakhiran data, sosialisasi dan juga publikasi menjadi tugas dari manajemen dapodik ini” terang Suyasa.”Berdasarkan SK Bupati, kita membuat tim manajemen Dapodik dan juga publikasi kegiatan pendidikan,” ujarnya menambahkan.
Iapun mengatakan dalam rangka pemantapan pemutakhiran data, Disdikpora melakukan sosialisasi di tingkat pejabat lingkup Disdikpora sendiri. “Ke depan, hal-hal yang perlu ditambah dalam system aplikasi yang sudah ada, akan dimasukkan melalui satu jalur besar yaitu bulelengkab.go.id” jelas Suyasa
Menurutnya domain bulelengkab.go.id sendiri dikelola oleh Dinas Kominfosandi Kabupaten Buleleng. Setelah rapat sosialisasi ini, kata Suyasa akan ada diklat-diklat singkat untuk para staf di setiap UPP, admin dan operator “Mereka itu supaya bisa melakukan pemutakhiran data lebih baik termasuk operator di sekolah,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut ia mengatakan Dapodik juga harus dimutakhirkan datanya secara terus-menerus. Karena akan ada sangsi yang berat bagi sekolah yang tidak melakukan pemutakhiran data sampai waktu tertentu.”Sangsinya adalah penutupan sekolah dan tidak dilayani dalam aplikasi. Sekolah-sekolah seperti itu dianalogikan sebagai sekolah yang sudah tidak operasional atau berhenti” terang Suyasa
Dimutakhirkan secara terus menerus, kata Suyasa akan tetap masuk dalam aplikasi Dapodik Kemendikbud. “Staf di dinas harus memutakhirkan data dan hal tersebut tentu membutuhkan kompetensi nantinya,” pungkasnya. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *