banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Bali Rindu Sosok “Mantra”

IMG-20171119-WA0059

Waka Opini Publik DPD II Partai Golkar Badung, Wayan Puspanegara/MB

Denpasar, (Metrobali.com) –
Sosok Profesor Mantra adalah pemimpin Bali sejati. Bali kuat di budaya karena kekuatan daya pemimpin Beliau bahwa kekuatan rakyat Bali berbudaya adalah karena sesuhunan. “Inilah yang harus dijaga turun temurun sepanjang masa untuk Bali yang ajeg”, ungkap pemerhati pariwisata Wayan Puspanegara, Minggu (19/11), di Denpasar. Puspanegara melanjutkan, kini hadir putra Beliau yang di darahnya mengalir trah pertahanan dan pelestarian budaya Bali. Sejauh ini menurut Puspanegara, tatanan masyarakat adat Bali sudah tumbuh dengan baik, namun perlu mendapat perbaikan disana-sini. “Perbaikan ini harus mendapat sentuhan dari sosok pemimpin yang punya spirit budaya sejati untuk tetap tumbuh dan lestarinya peradaban budaya Bali”, ucap mantan anggota DPRD Badung ini. Karena itu, masyarakat Bali yang haus pertahanan dan pelestarian budaya, kini merindukan sosok Ida Bagus Mantra, dimana sosok tersebut kini hadir dalam denyut nadi dan darah putra Beliau, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. “Jadi tidak berlebihan jika rakyat Bali amat merindukan sosok yang bersih, santun, cerdas, dan penuh kematangan spirit budaya”, terangnya. Lahirnya paket pasangan Cagub dan Cawagub Bali, Dharma-Kerta, adalah jawaban atas kebutuhan mendesak krama Bali. Puspanegara mengatakan, Dharma-Kerta harus menang demi penyelamatan, pertahanan dan pelestarian budaya Bali. “Intinya jika mau Bali lestari, pilihan ada di paket Dharma-Kerta”, tegas Waka Opini Publik DPD II Partai Golkar Badung ini. Saat ditanya mengapa kader Golkar yang awalnya sudah mengkampanyekan sebagai Cagub Bali, harus “rela” kembali menjadi nomor dua, tokoh Golkar ini menerangkan, tidak menjadi persoalan bagi Golkar “menggeser” kadernya. Karena saat ini Golkar sedang tertimpa musibah dimana popularitas dan elektabilitas Golkar sangat menurun karena kasus oknum Ketua Umum. “Jadi demi tidak menimbulkan efek buruk tambahan bagi Partai Golkar di Bali maka Golkar tentu tidak haus kekuasaan. Karena Golkar hanya ingin pembangunan dan kesejahteraan rakyat tumbuh positif”, jelasnya seraya menambahkan dalam kondisi saat ini Golkar telah menunjukkan kebesaran hati dan jiwa pembangunan sejati di Pilgub Bali. Dikatakannya juga, masyarakat Bali sampai detik ini masih menempatkan keluarga Brahmana sebagai orang yang sangat dihormati dalam setiap kegiatan adat budaya. Posisi Rai Mantra merupakan posisi hulu yang memang pada posisinya sebagai pemimpin masa depan Bali. Krama Bali tidak akan pernah berhenti melaksanakan kegiatan dan aktifitas ¬†adat dan agama yang tentunya membutuhkan kehadiran pemimpinnya dimana sentuhan tangan pemimpin dalam trah Brahmana menjadi terasa lebih mantap sekala dan niskala. “Jadi memilih Rai Mantra berarti memilih tetap hidup di Bali sebagai manusia Bali”, tutupnya. GA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *