banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Rancangan  APBD Buleleng TA 2018 Rp 2,10 Triliun Lebih

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Buleleng secara maraton melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) TA 2018
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Buleleng secara maraton melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) TA 2018

Buleleng, (Metrobali.com)-

Dengan terbitnya rincian transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN Tahun Anggaran (TA) 2018, pihak Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Buleleng secara maraton melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) TA 2018 di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng.
Dari pembahasan yang dilakukan, pihak TPAD menyampaikan bahwa telah dilakukan perubahan struktur RAPBD, malahan terjadi rasionalisasi anggaran pada beberapa OPD sesuai dengan anggaran yang tersedia. Pembahasan dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH serta Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka pada Selasa (14/11).
Setelah melalui pembahasan-pembahasan, pendapatan daerah pada rancangan APBD TA 2018 dirancang sebesar Rp 2.106.644.336.710,82. Pendapatan ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 143.957.810.007,47 (6,40 persen).
Kalau tahun lalu pendapatan daerah sebesar  2.250.602.146.718,29. Rincian dari penurunan ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan sebesar  Rp 100.617.399.059,55 atau 21,32 persen. Penurunan ini disebabkan karena adanya pergeseran pendapatan dana BOS ke rekening pendapatan hibah, dana perimbangan mengalami penurunan sebesar Rp 79.363.514.300 atau 5,88 persen sesuai dengan rincian transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN T.A 2018 dari Dirjen perimbangan keuangan.
Sedangkan, lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami peningkatan sebesar Rp 36.023.103.352,08 atau 8,11 persen. Peningkatan ini disebabkan karena adanya pergeseran pendapatan dana BOS, peningkatan dana desa serta adanya penurunan dana desa.
Selanjutnya mengenai belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung pada rancangan APBD TA 2018 dirancang sebesar Rp 2,08 trilyun lebih, jika dibandingkan dengan anggaran tahun lalu sebesar Rp 2,26 trilyun lebih, sehingga terjadi penurunan sebesar Rp 183,49 milyar lebih atau 8,09 persen. Sedangkan untuk pembiayaan daerah pada rancangan APBD TA 2018 yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan dirancang sebesar Rp 22 milyar, dengan rincian, pada Bank BPD Bali Rp 16.500.000.000, Jamkrida Rp 100.000.000, Bank Buleleng 45 Rp 1.000.000.000, PDAM Rp 4.400.000.000. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *