banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Lomba Beleganjur se-Bali di Puspem Badung, Serangkaian FSB Badung dan HUT Mangupura

????????????????????????????????????

Lomba Beleganjur tingkat SMP, SMA dan kelompok Umum se-Bali digelar Pemerintah Kabupaten Badung serangkaian Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-11 di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung,  Senin (13/11)/MB

Mangupura, (Metrobali.com) –

Lomba Beleganjur tingkat SMP, SMA dan kelompok Umum se-Bali digelar Pemerintah Kabupaten Badung serangkaian Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-11 tahun 2017 yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung. Lomba Beleganjur dimulai Senin (13/11) dan berlangsung selama 3 hari kedepan. Di hari pertama dilombakan beleganjur untuk tingkat SMP sebanyak 5 sekaa dan SMA sebanyak 7 sekaa. Hari kedua ditampilkan 15 sekaa dari kelompok Umum dan hari ketiga juga 15 sekaa umum. Meskipun kondisi hujan, kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat khususnya para pelajar yang mensuport sekaa beleganjurnya masing-masing.

Kadis Kebudayaan Badung Ida Bagus Anom Bhasma menjelaskan, lomba beleganjur memang secara rutin dilaksanakan setiap perhelatan Festival Seni Budaya Badung yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-11. Kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan HUT Ibukota Badung Mangupura yang ke-8. Lomba ini sebagai salah satu upaya pemkab badung dalam memberikan ruang kepada generasi muda dalam berkreativitas seni beleganjur. “Kami harapkan, dari badung membangun seni, budaya dan generasi muda,” tambahnya.

Ditambahkan, terkait dengan lomba beleganjur ini sendiri mengambil tema garapan yakni Heroik (Kepahlawanan). Bentuk garapan yang ditampilkan peserta agar tetap mempertahankan struktur tabuh beleganjur dan boleh dikembangkan dari tradisi (dikreasikan), variatif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penabuh dibolehkan mengolah permainan instrumen diluar tradisi. Sementara waktu pementasan masing-masing peserta dengan durasi garapan 7-8 menit dan diwajibkan menampilkan tabuh secara utuh (kawitan sampai penyuwud).

Kreteria penilaian meliputi; ide/gagasan, bentuk/komposisi garapan, teknik gegebug dan tetekep, ornamentasi/pepayasan gending, suara gambelan, ekspresi penampilan dan keserasian kostum penabuh. Para peserta dinilai oleh pakar seni diantaranya; I Nyoman Sutama, S.Skar, I Wayan Darya, SSn, I Made Subandi, SSn, I Ketut Lanus, SSn, MSi, dan I Ketut Gde Rudita, SSn, MSi.

Peserta yang keluar sebagai juara akan mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah uang. Untuk juara I masing-masing kelompok diberikan uang sebesar Rp. 25 juta, juara II Rp. 20 juta, juara III Rp. 18 juta, juara harapan I Rp. 16 juta, juara harapan II Rp. 14 juta dan juara harapan III Rp. 12 juta. Hadiah ini belum dipotong pajak. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *