banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Data Pengungsi Amburadul, Desa di Kecamatan Mendoyo Belum Setor Data

Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana

Jembrana (Metrobali.com)-

Data pengungsi di Kabupaten Jembrana sejak status Gunung Agung diturunkan kelevel Siaga masih amburadul.

Surat Sekda Jembrana nomor 360/543/BPBD/2017 tertanggal 24 Oktober 2017 terkait Update Data Pengungsi kurang mendapat respon dari sejumlah desa di Jembrana.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, dari 51 desa yang ada di Jembrana hanya 11 desa yang sudah mengirimkan data pengungsi ke Posko Siaga Bencana Erupsi Gunung Agung BPBD Jembrana.

Desa yang sudah mengirimkan data pengungsi diantaranya Desa Tuwed di Kecamatan Melaya, Kelurahan Lelateng di Kecamatan Negara, Kelurahan Loloan Timur di Kecamatan Jembrana dan 8 desa di Kecamatan Pekutatan. Sementara di Kecamatan Mendoyo belum satu pun desa yang menyetorkan data pengungsi ke BPBD Jembrana.

Terkait hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, Selasa (14/11) membenarkannya.

“Update data sangat penting. Selain untuk meningkatkan pelayanan dalam hal logistik dan kesehatan juga untuk mengetahui kondis terkini para pengungsi” ujarnya.

Menurutnya tersendatnya update data disebabkan adanya mobilitas yang tinggi dari para pengungsi mandiri yang ditampung di rumah keluarganya sehingga sulit dilakukan pendataan.

“Saya mendapat laporan sebelum hari raya Galungan  dan Kuningan banyak pengungsi yang bolak-balik ke Jembrana namun tidak melapor. Kondisi ini tentu menyulitkan aparat desa dalam melakukan pendataan” jelasnya.

Sebelum saat Gunung Agung berstatus Awas menurutnya di Jembrana terdapat 747 orang pengungsi yang tersebar disejumlah desa. Namun sejak status diturunkan ke level Siaga mobilitas para pengungsi meningkat tinggi, bahkan mengakibatkan penurunan yang cukup signifikan hingga 50 persen lebih.

“Kami perkirakan sekarang tersisa 300 jiwa. Kami masih menunggu data dari desa-desa di Kecamatan mendoyo” pungkasnya. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *