banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Sidak Resto, Disnaker Bali Temukan 4 WNA Bekerja Tanpa IMTA

restoran Sleppery Stone yang berlokasi di Jalan Batu Belig, No.9 N, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung
Restoran Sleppery Stone yang berlokasi di Jalan Batu Belig, No.9 N, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung/Ist

Badung, (Metrobali.com)-

Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) melakukan sidak terhadap restoran Sleppery Stone yang berlokasi di Jalan Batu Belig, No.9 N, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Kamis (9/11). Dalam sidak tersebut didapat 4 orang tenaga kerja asing yang bekerja tanpa surat Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Wiratmi membenarkan giat sidak tersebut. Pihaknya akan menyasar tenaga kerja asing yang bekerja secara ilegal di Pulau Bali.
“Sesungguhnya kita tidak mempersoalkan jika mereka itu bekerja sesuai prosedur ada izinnya, memiliki IMTA. IMTA itu kan wajib dimiliki untuk setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia khususnya Bali. Dan itu berlaku satu tahun selanjutnya bisa diperpanjang,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (9/11) malam.
Ditambahkan Ahmad Sumaryanto, Pejabat Fungsional Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali bahwa pihaknya melakukan sidak berdasarkan informasi dari masyarakat. Dan saat penggeledahan pihaknya menemukan banyak barang bukti seperti kartu nama-kartu nama atas nama George Zogoolas (65) warga Australia selaku Direktur.
Paspor George
“Saat di TKP kita hanya menemukan si George itu yang owner restoran atau Direkturnya dia tidak bisa menunjukkan IMTAnya. Restoran tersebut memang ada surat izinnya surat izin operasional, dan hasil pemeriksaan kami tadi siang ada indikasi mereka bekerja tanpa IMTA. Dan tadi kita tidak amankan karena tugas kita bukan menangkap hanya memberikan informasi seharusnya yang benar itu harus ada IMTAnya,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (9/11) malam.
Hasil pemeriksaan di resto tersebut juga diketahui, bahwa resto tersebut telah berdiri diduga sejak tahun 2016. Dan pengakuan mereka telah bekerja selama dua tahun. Adapun 4 tenaga kerja asing selain George antara lain, General Manager Yannakakis Savas (52) asal Australia nomor pasport M8662596 yang tidak berada di lokasi TKP. Kemudian Manager Marketing Mark Allen Reed (40) asal Inggris nomor pasport 533471914, Marketing dan DJ Jason Serini.
“Kalau si George ini paspor ada, ngakunya sudah di Bali dari 2014 atau 2016 ya saya lupa, dan pengakuannya dia tidak bekerja di restoran itu. Tapi dari temuan di TKP kita temukan banyak kartu nama atas nama George selaku Director dan karyawannya juga membenarkan. Kalau yang GM nya kita saat sidak sayangnya tidak di TKP. Rata-rata mereka bekerja sudah lebih dari 2 tahun,” terangnya.
Pihaknya rencananya akan kembali memeriksa yang bersangkutan pada Senin (13/11) mendatang. Dan apabila yang bersangkutan melawan hukum maka itu adalah ranah pihak Kepolisian dan Imigrasi yang akan melakukan tindakan penangkapan, tandasnya.SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *