banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Melihat Indonesia Lebih Dekat melalui Dokumentasi Perjalanan Mendaki Gunung-gunung Tertinggi di Indonesia

Film Dokumenter Negeri Dongeng merupakan inisiatif sosial untuk menggerakkan generasi muda lebih peduli terhadap potensi alam Indonesia.

 

thumbnail (44)

BEKASI (Metrobali.com)-

 

AKSA 7, hadirkan Special Screening (bukan gala premiere) Film “NEGERI DONGENG‟ di Theatre 1 Summarecon Bekasi CINEMA 21, Bekasi.

Acara ini diadakan dalam rangka memperkenalkan Film NEGERI DONGENG kepada para undangan spesial, sebelum nanti resmi dirilis di seluruh Indonesia. NEGERI DONGENG adalah film documentary creative yang diangkat dari kisah nyata tentang perjalanan pendakian ke-7 puncak gunung tertinggi di Indonesia oleh 6 film maker muda Indonesia beserta yang tergabung dalam Aksa7 dan 1 guest expeditor.

Pendakian dibagi menjadi beberapa periode dan berlangsung selama hampir 2 tahun sendiri berlangsung sejak Pendakian pertama dimulai pada bulan November 2014 menuju Gunung Kerinci, kemudian dilanjutkan pada bulan untuk Gunung Kerinci, Desember 2014 untuk Gunung Semeru, Januari 2015 untuk Gunung Rinjani, Februari 2015 untuk Gunung Bukit Raya, Mei 2015 untuk Gunung Rantemario, November 2015 untuk Gunung Binaiya. Ditutup dengan pendakian ke Gunung Cartenz, Papua, yang termasuk dalam seven summit dunia, pada April 2016.

Pengambilan gambar film merupakan dokumentasi kejadian nyata yang dialami selama kegiatan ekspedisi berlangsung. Sisi menarik yang dapat disaksikan adalah melihat lebih dekat kehidupan masyarakat pegunungan serta proses interaksi personal antar tim ekspedisi demi mencapai ke-7 puncak gunung yang didaki. Pengambilan gambar film dilakukan sembari mendaki. Ekspeditor Aksa7 adalah Adapun, personil Aksa7 adalah Anggi Frisca (Sutradara), Teguh Rahmadi, Jogie KM Nadeak, Rivan Hanggarai, Wihana Erlangga, Yohanes Patiassina, dan dr. Chandra Sembiring (Produser). Film ini juga menghadirkan 67 public figure sebagai guest expeditor yang turut dalam tiap ekspedisi, diantaranya adalah Nadine Chandrawinata, Medina Kamil dan Matthew Tandioputra yang merupakan pendaki termuda yang telah menyelesaikan 7 puncak gunung tertinggi Indonesia.

NEGERI DONGENG tidak bernaung di bawah Production House besar dalam proses pembuatannya. Pendanaan film ini terbilang menarik karena sifatnya „Gotong Royong‟. Yangmana berawal dari inisiatif Sutradara Anggi Frisca yang percaya Film dapat menggerakkan hati banyak orang untuk berbuat sesuatu dan dorongan untuk mendokumentasikan 7 gunung tertinggi di Indonesia, Maka, selain mengandalkan pendanaan mandiri, sponsor dan donatur, Aksa7 juga melakukan penjualan merchandise film di sosial media mereka. Selain itu, untuk makin mendekatkan film ini ke masyarakat terutama target penonton, Aksa7 dibantu oleh 32000 pendukung mereka yang terbentuk lewat berbagai kegiatan boot camps selama proses produksi Film tersebar di seluruh Indonesia, yang dikenal dengan sebutan Warriorsaksa7.

Setelah perjalanan panjang, seluruh tim pun mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata Indonesian Republik Indonesia. Bentuk dukungan terwujud juga melalui kehadiran Menteri KLHK RI Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dan Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.sc pada 17 Agustus 2017 lalu.

Dampak yang diharapkan setelah menyaksikan Negeri Dongeng adalah penonton bergerak untuk Indonesia dengan caranya masing-masing. Gotongroyong untuk Indonesia yang lebih baik dengan tidak merusak alamnya dan membangun potensi lingkungan dan wisata sebagai tulang punggung negeri ini. “Empati , toleransi , dan gotong royong sepertinya sudah luntur di kehidupan kota. Padahal gotong royong adalah budaya negeri. Semoga film ini dapat membangkitkan lagi semangat gotong royong, membangun empati , dan toleransi terhadap lingkungan sekitar,“ pungkas Anggi Frisca, Sutradara Film NEGERI DONGENG.

Riset Mandiri

AKSA 7 dan Warriors Aksa 7 meriset tentang “Perilaku Menonton Film Orang Indonesia” pada bulan Mei lalu. Cukup mengejutkan, karena riset mencatat lebih dari 90% partisipan memilih genre petualangan sebagai genre pilihan yang disukai. Riset dilakukan secara online yang dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) di Kota Bandung, Jakarta dan Makassar terhadap 1000 audiens. Diskusi panjang pasca riset pun terjadi mengingat kenyataan yang ada di lapangan bukan film petualangan yang merajai layar. Apakah memang film petualangan benar-benar disukai? Apakah ini biasa atau karena dampak naiknya trend adventure dan travelling di kalangan anak muda?

Riset berlanjut hingga mendapati film dengan genre drama, komedi dan cerita adaptasi merupakan genre yang paling laku di 10 tahun terakhir. Sementara, genre petualangan berada di bawah 10% dari semua genre film yang paling laku. Angka di bawah 10% terjadi karena ternyata sangat sedikit film petualangan Indonesia yang ada.

Tentang Aksa7

Didirikan pada tahun 2013, Aksa yang berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti ‘Mata’ adalah buah cita dari Anggi Frisca untuk memproduksi film sebagai sarana edukasi dan informasi untuk mempromosikan sumber daya Indonesia ke pasar domestik dan lebih luas ke mancanegara. Beranggotakan tim yang telah memiliki jam terbang cukup tinggi di dunia perfilman Indonesia, masing-masing anggota mendedikasikan talentanya untuk memproduksi film-film berdampak sosial. Negeri Dongeng merupakan produksi perdana Aksa 7. PR-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *