banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Anggota Komisi IV DPR RI Beri Motivasi Anak-Anak Sanggar “Raja Buduh”

?????????????

AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Rabu (8/11/2017) menyambangi Sangar Seni “Raja Buduh” yang beralamat di Jl. Gelatik, Jambe Baleran Tabanan/MB

Tabanan, (Metrobali.com) –

Melengkapi lawatan tugasnya di Wilayah Kab. Tabanan Bali, anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) Dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Rabu (8/11/2017) menyambangi Sangar Seni “Raja Buduh” yang beralamat di Jl. Gelatik, Jambe Baleran Tabanan.

Bersama rombongan,  AA Bagus Adhi Mahendra Putra yang akrab dipangil Gus Adhi ini tiba sekitar Pk. 18.00 Wita, diterima langsung oleh pembina, pengurus dan puluhan anak-anak sanggar yang sore itu sedang latihan menabuh. Turut hadir pada kesempatan ini para undangan antara lain Ketua ILP JCI Tabanan, Ketua Harian Forum Pelestari Budaya Tabanan dan sejumlah tokoh masyarakat tekait.

Disamping melihat langsung aktivitas latihan, Gus Adhi juga memberikan motivasi kepada anggota sanggar yang sebagian besar adalah kalangan anak-anak dan remaja.

Pada kesempatan ini Gus Adhi menceritakan masa-masa kecilnya yang tidak jauh-jauh dari aktivitas dan pergaulan anak-anak desa sekitar tahun 1980-an di wilayah Kerobokan Badung. Menurut Gus Adhi, saat masa anak-anak dulu sudah biasa melakukan pekerjaan berkebun, memelihara ternak babi dan juga berjualan kecil-kecilan untuk menambah uang jajan. “Saat itu orang tua saya tidak banyak menuntut dan menyuruh, saya suka saja melakukan bersama teman-teman sekampung dan ternyata pengalaman itu saat ini memberi dampak positif terhadap kemampuan kita melihat dinamika sosial dan budaya masyarakat Bali secara umum dan juga tugas-tugas saya saat ini sebagai anggota DPR RI, terang Gus Adhi.

“Terus saja kalian melakukan hal-hal positif sejak dini, nanti pasti menciptakan cerita dan mendatangkan hal-hal yang positif pula. Prinsip saya, kita tidak bisa berharap orang lain selalu berpikir dan berbuat baik kepada kita, tetapi sebaliknya kita wajib untuk terus berpikir dan berbuat baik kepada orang lain”, pungkas Gus Adhi.

Sementara Pembina Sanggar, Panca Wardani menjelaskan, Sanggar Raja Buduh sudah sekitar 3 tahun lalu dan kini beranggotakan sekitar 30 orang berasal dari berbagai desa di seputaran Tabanan. Menurut dia, sangar ini tidak saja sebagai tempat berkumpul bagi anak-anak berlatih seni tetapi secara tidak langsung juga berfungsi sebagai “rumah asuh”, karena banyak anak-anak sanggar berstatus anak yatim dan/atau piatu, terang Panca Wardani.

“Disini disamping kami memberi dorongan dibidang seni, kami juga memberi pendampingan dan pengasuhan keluarga secara umum kepada anak-anak sehingga mereka tetap semangat dan kuat menghadapi segala tantangan”, imbuh Panca.

Disela-sela dialog, anak-anak sanggar juga mensimulasikan beberapa jenis tabuh dan tarian seperti Jauk Manis, Barong dan sebagainya. Sementara peserta lainnya juga menyampaikan masukan kepada Gus Adhi. Salah satunya masukan datang dari Ketua Harian Forum Pelestari Budaya Tabanan (FPBT), Arya Wiguna. Arya menjelaskan bahwa di Tabanan banyak sekali ada sanggar dan komunitas seni yang anggotanya kalangan anak-anak dan remaja. Mereka memiliki semangat yang besar, tetapi banyak diantaranya belum memperoleh kesempatan untuk tampil. Makanya kami selaku pengurus FPBT berusaha membuat pertujukan reguler setiap bulan. Sudah ada 15 kali kegiatan dan lomba seni kami lakukan melibatkan ratusan peserta dari puluhan sanggar yang ada di Tabanan, hal itu sebagai upaya pembinaan, terang arya.

Sementara ILP JCI Tabanan Mahaputra berharap, selaku anggota DPR RI Gus Adhi diminta terus memfasilitasi dan membuka ruang-ruang belajar untuk mendorong kreativitas positif bagi anak muda di Tabanan, kami siap untuk bekerjasama, ujarnya.

Diakhir kunjungannya, Gus Adhi menekankan disamping berlatih hal-hal teknis, sebagai masyarakat pecinta seni, perlu juga menjelaskan dan memahami hakekat dan makna yang terkandung didalam jenis-jenis tabuh dan tarian yang akan dipentaskan. Seni bukan hanya hiburan dan tontonan, seni adalah pengetahuan, seni penting untuk membangun rasa persatuan dan kebangsaan yang dilandasi oleh kemartabatan budaya, ucapnya.

Sebelum beranjak, sebagai bentuk apresiasi Gus Adhi juga berkenan ikut membantu anak-anak sanggar Raja Buduh melengkapi satu unit topeng sehingga bisa digunakan saat latihan dan pementasan. MN-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *