banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Dispenda Provinsi Bali Genjot Pemasukan dari PKB

Kadispenda Prov. Bali, Made Santha
Kadispenda Prov. Bali, Made Santha

Denpasar (Metrobali.com)-

Dinas Pendapatan Daerah, Dispenda Provinsi Bali, terus menggenjot pemasukan pendapatan daerah Bali tahun 2017 dari berbagai lini. Salah satunya dari program pemutihan pajak kendaraan bermotor. Pemutihan ini mulai dilaksanakan tanggal 9 Oktober sampai 16 Desember 2017. Dasar hukum pelaksanaan pemutihan ini adalah Pergub nomor 54 tahun 2017 tentang pembebasan denda pajak dan bunga pajak, baik pajak kendaraan bermotor maupun bea balik nama.
“Setelah berjalan 2 minggu lebih, respon masyarakat sangat tinggi”, ungkap Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kadispenda Provinsi Bali, Made Santha, Senin (30/10), di kantornya.
Ungkapnya, di awal program ini diproyeksikan dalam dua bulan sejak program ini berjalan hingga berakhir, masyarakat yang akan datang melunasi pajaknya sekitar 90 ribu. “Baru dua minggu jalan sudah 30 ribu masyarakat dengan capaian 18 milyar lebih”, jelas Santha.
Padahal menurutnya, di awal program ini berjalan ditargetkan 90 ribu masyarakat penunggak pajak, sedangkan estimasi pemasukan dari pemutihan ini sekitar 30 milyar rupiah. “Tapi faktanya baru dua minggu sudah 18 milyar. Artinya kalau 2,5 bulan pemasukan bisa mencapai 40 sampai 60 milyar rupiah”, bebernya.
Kata Santha, data dalam 4 hingga 5 tahun terakhir, ada 292 ribu penunggak pajak kendaraan. “Makanya kalau saja dalam 2,5 bulan ini dalam proyeksi kami bisa dapatkan 90 ribu penunggak pajak paling tidak sisanya kami akan door to door atau menggelar razia bersama kepolisian dan instansi terkait”, katanya.
Santha berharap, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan program pemutihan ini dengan maksimal. “Masyarakat harus memakai kesempatan ini dengan baik hingga batas waktunya tanggal 16 Desember nanti. Karena kemudahan seperti ini belum tentu dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah provinsi Bali”, pungkasnya.
Ditambahkannya, pada tahun 2018 nanti, Dispenda Provinsi Bali akan menggelar razia gabungan bersama tim terpadu seperti Dirlantas Polda Bali, Jasa Raharja, Pol PP, dan Dinas Perhubungan, yang akan menyasar pada piutang pajak atau tunggakan atas pajak.
“Kami himbau kepada seluruh masyarakat terutama yang nunggak pajak ini, tolong manfaatkan program ini sebaik mungkin sampai tanggal 16 Desember nanti”, harapnya.
Dijelaskan Santha, data sampai 28 Oktober 2017 untuk pajak kendaraan bermotor dari target 1 triliun 185 milyar rupiah lebih, realisasinya sudah mencapai 1 triliun 29 milyar rupiah lebih atau 86,87 %. “Kalau saya proyeksikan dari pajak kendaraan bermotor hingga akhir Desember nanti, realisasinya 104 persen”, jelasnya sembari menambahkan realisasinya akan melampaui dari target 1,185 triliun.
Sedangkan untuk bea balik nama kendaraan, ditargetkan 1,162 triliun. Sementara realisasinya sampai 28 Oktober 2017 sebesar 817 milyar rupiah lebih atau 70,35 persen. “Proyeksi kami sampai akhir tahun anggaran Desember 2017 ini sekitar 84 persen atau tidak mencapai target”, tuturnya.
Santha mengatakan, tidak tercapainya target realisasi bea balik nama tersebut, disebabkan menurunnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru. Data dari Gabungan Industri Otomotif Indonesia, Gaikindo, menyebutkan penurunannya secara nasional sekitar 15 sampai 25 persen. ARI-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *