banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kabupaten Buleleng Target Tuntas Buta Aksara di Tahun 2020

received_1806771109352762

Hari aksara internasional Tahun 2017 ini, untuk di Provinsi Bali perayaannya dipusatkan di Kabupaten Buleleng, tepatnya di eks pelabuhan Buleleng pada Rabu (25/10)/MB

Buleleng, (Metrobali.com) –
Mengentaskan buta aksara merupakan salah satu cara dari sekian cara untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terkait hal itu, pemerintah melaksanakan gerakan keaksaraan melalui program melek huruf. Program keaksaraan menuju literasi memadai dalam menghadapi perkembangan jaman. Khususnya menghadapi lajunya perkembangan digital. Seperti penyambutan hari aksara internasional yang ke-52 Tahun 2017 oleh UNESCO dengan tema “Literacy in Digital World”, diterjemahkan Kemendikbud RI dengan tema “Membangun budaya literasi di era digital”. Hari aksara internasional Tahun 2017 ini, untuk di Provinsi Bali perayaannya dipusatkan di Kabupaten Buleleng, tepatnya di eks pelabuhan Buleleng pada Rabu (25/10). Perayaan kali ini diikuti oleh tujuh Kabupaten/Kota seBali selain Kabupaten Karangasem dan Kabupten Badung.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan, peringatan hari aksara internasional ini sebagi wujud memajukan keaksaraan di tingkat global regional dan rasional. Menurutnya sesuai dengan data yang ada untuk di Tahun 2016, sebanyak 97,93 persen penduduk Indonesia telah melek huruf dan hanya 2,07 persen sekitar 3,4 juta orang yang masih buta aksara. Terdapat 11 yang hingga kini masih memiliki angka buta aksara di atas angka nasional. salah satunya Bali sebesar 3,37 persen.”Keberadaan buta aksara ini, merupakan tantangan bagi pemerintah Provinsi Bali, kabupaten/kota dan juga seluruh lapisan masyarakat” ujarnya
Lantas seperti apa penanganan buta aksara ini di Kabupaten buleleng, Menurut Asisten I Setda Buleleng, Made Arya Sukerta, di Tahun 2020 untuk di Kabupaten Buleleng buta aksara ditargetkan tuntas buta aksara.”Tahun 2012 angka buta huruf, sebanyak 3800 dan tahun 2017 tinggal 2400. Jadi dalam jangka lima tahun, sudah tuntas 1000 lebih. “terangnya.”Sesungguhnya angka 2400 lebih banyak didominasi generasi tua, jadi mereka yang tempo dulu tidak mengenal pendidikan, merekalah yang mendominasi. Generasi yang sekarang semua bersentuhan dengan sekolah. Jadi, saya optimis tahun 2020 nol buta aksara,” tandasnya.
Menurut Kadisdikpora Buleleng, Gede Suyasa selama 4 tahun terakhir untuk Kabupaten Buleleng telah mampu menurunkan 1400 orang yang buta aksara. “Tahun ini sudah diprogramkan 500 orang buta aksara dituntaskan. Hal ini terus dilakukan sampai 2400 warga buta aksara, dengan program keaksaraan pembemberantasan buta huruf, baik melalui kejar paket” pungkasnya. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *