banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Penyelundupan Narkoba Kerap Terjadi di Bandara, Bea Cukai harus Diperketat

Lokakarya pengawasan narkotika (CNT) yang digelar oleh Badan Pendidikan, dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Senin
Lokakarya pengawasan narkotika (CNT) yang digelar oleh Badan Pendidikan, dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Senin (9/10).

Denpasar, (Metrobali.com)-

Peran Bea dan Cukai sebagai garda terd‎epan dalam menjaga keluar masuknya barang harus diperkuat. Pasalnya penyelundupan narkoba kerap kali terjadi melalui Bandara dan pelabuhan konvensional.
Hal ini terungkap dalam lokakarya pengawasan narkotika (CNT) yang digelar oleh Badan Pendidikan, dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Senin (9/10).
Kepala BNN Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus diperkuat perannya dalam penanganan penyelundupan narkotika, psikotropika. Hal ini lantaran petugas yang terkait dengan pengawasan narkotika di pintu masuk udara tiap Provinsi di Indonesia.
“Banyak cara yang dilakukan oleh para pelaku pengedar narkoba menyusupkan narkotika khususnya lewat jalur udara, maka itu perlu pengawasan lebih ketat dari Bea cukai dan interdiksi BNN, ” ujar Kepala BNNP Bali.
Saat ini Indonesia menjadi tempat strategis Jalur masuk narkotika baik tempat transit bahkan tempat pembuatan narkotika. Bali saat ini diserbu dari berbagai titik peredaran narkotika baik dari udara yaitu lewat pintu masuk Bandara Ngurah Rai, serta beberapa pelabuhan legal maupun ilegal.
“Bea Cukai sebagai garda terdepan dalam menjaga keluar masuknya barang harus memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum guna mengamankan Indonesia dari upaya penyelundupan barang-barang larangan salah satunya narkotika,” ujarnya.
Peran bea cukai dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), katanya sebagai garda terdepan dalam menjaga keluar masuk barang.
Karena itu, katanya, semuanya harus ikut berkomitmen dan bertanggung jawab menjaga masyarakat, berkonsolidasi dan berkontribusi bersama dalam P4GN, seperti melakukan tes urine secara berkala dan mandiri, menyusun regulasi yang sejalan dengan program P4GN serta menjaga nama baik lembaga pemerintah dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Fenomena baru pengguna narkoba saat ini yaitu menyasar penggunaan obat media yaitu PCC yang beredar di Kendari mengandung senyawa Carisoprodol dan penggunaan rokok elektrik sebagai media penggunaan narkotika.
“Bea Cukai harus siap untuk terus meningkatkan sinergi dengan BNN dalam upaya pengawasan dan penindakan terhadap upaya-upaya penyelundupan narkotika di Indonesia,” pungkas Ka BNNP Bali. SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *