banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Pantau Kawah Gunung Agung, PVMBG Gunakan Pesawat Tanpa Awak

Sejumlah warga mengamati Gunung Agung yang masih berstatus siaga dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (20/9). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan pengosongan kawasan rawan bencana dengan radius enam kilometer dan kawasan sektoral sejauh 7,5 km dari puncak Gunung Agung, menyusul kecenderungan aktivitas yang meningkat. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/kye/17.

Sejumlah warga mengamati Gunung Agung yang masih berstatus siaga dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (20/9). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan pengosongan kawasan rawan bencana dengan radius enam kilometer dan kawasan sektoral sejauh 7,5 km dari puncak Gunung Agung, menyusul kecenderungan aktivitas yang meningkat. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/kye/17.

Karangasem, (Metrobali.com) –
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan memantau dari dekat kondisi kawah Gunung Agung. Kepala PVMBG, Kasbani menjelaskan, pengamatan dari jarak dekat dilakukan dengan menggunakan pesawat tanpa awak alias drone. “Itu untuk mengetahui kondisi di atas sana. Kondisi kawah seperti apa harus dilihat dari jarak dekat, karena kami tidak‎ bisa jalan kaki ke sana,” kata Kasbani di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa 10 Oktober 2017.
Hanya saja, ia belum mengetahui kapan pengamatan jarak dekat menggunakan drone akan dilakukan. ‎”Apakah hari ini atau kapan kita lihat nanti, itu masih rencana,” ucapnya. Menurut dia, satu-satunya cara melihat dari dekat aktivitas kawah gunung setinggi 3.142 mdpl itu menggunakan drone.
“Drone itu bisa mencapai ke sana (puncak kawah). Alatnya disediakan dari BNPB. Kita akan melihat kondisi visual, kondisi di dalam kawah seperti apa, perkembangannya seperti apa terkait aktivitas gunung ini,” papar Kasbani.
“Apakah ada indikasi aktivitas gas, tekanan atau indikasi yang lain seperti tekanan air dari bawah seperti apa, itu harus kita lihat lebih dekat. Itu untuk melihat aktivitas di bawah seperti apa,” tambah Kasbani.
Ia melanjutkan, pengamatan visual menggunakan drone dimaksudkan untuk mengonfirmasi data ‎yang didapat PVMBG dari seismik yang terpasang di tubuh Gunung Agung. Hasil pengamatan itu akan dijadikan indikasi untuk menentukan aktivitas apa yang tengah berlangsung di perut Gunung Agung.
“Memang sudah ditunjukkan oleh data-data seismik seperti apa kondisinya, nah ini hanya untuk mengonfirmasikan. Dan, itu akan menjadi indikasi kegiatan yang ada di bawahnya,” demikian Kasbani. JAK-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *