banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kawah Gunung Agung Jalur Terlemah Fluida Magma

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani

Karangasem, (Metrobali.com) –

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani menjelaskan fenomena asap putih yang terus keluar dari kawah Gunung Agung. Menurutnya, asap putih itu merupakan manifestasi dari aktivitas vulkanik di perut Gunung Agung.
“Asap putih merupakan manifestasi dari aktivitas vulkanik itu sendiri. Semua ada desakan magma, fluida magma dari bawah mendesak ke atas, mencari celah, kebetulan uap air sudah ada, sudah tersedia di situ, akan keluar bersama gas-gas vulkanik,” kata Kasbani di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa 10 Oktober 2017.
Desakan fluida magma terus mencari celah untuk keluar. ‎Menurut Kasbani, celah yang paling lemah adalah kawah di gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut. “Celah yang ada dan paling mungkin adalah di kawah. Kawahnya itu kan daerah jalur lemah yang dulu pernah dilalui aktivitas gunungnya kan,” papar dia.
Apalagi, di kawah itu telah ada rekahan. Selain itu juga ada lubang-lubang. ‎”Semua itu adalah jalur lemah yang ‎bisa dilalui oleh fluida terutama gas dan uap air. Kalau susah keluar ya karena buntu. Tapi kenyataannya kan sudah ada jalan kan ya. Sudah ada buktinya. Itu kemarin ada hembusan asap setinggi 1,5 kilometer,” jelas dia.
Ia tak menampik jika saat ini hanya tinggal menunggu waktu fluida magma keluar ke permukaan. ‎”Ya kan memang status awas kan tinggal menunggu waktu. Sudah level awas, sudah tidak ada level di atasnya lagi,” tutup Kasbani. (Laporan Bobby Andalan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *