banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Usaha Mikro Kecil Di Wilayah Bali Timur, Sebagian Besar Belum Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

KARMAA.A. Karma Krisnadi, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bali Timur.

Gianyar, (Metrobali.com)-

Sampai saat ini masih ada beberapa usaha yang belum mendaftarkan karyawanya masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seperti misalnya di wilayah Bali timur, dengan wilayah meliputi Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem. Dari sekian uasaha yang belum mengikutsertakan karyawanya menjadi keangotaan BPJS Ketenagakerjaan sebagian besar didominasi dari usaha Mikro kecil, dengan persentase secara makro hampir mencapai 60 persen, hal tersebut disampaikan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bali Timur, A.A. Karma Krisnadi, Jumat,(29/9) di Gianyar.

“Untuk jenis usaha yang ada di Bali Timur sebagian besar usaha Mikro kecil, seperti usaha penunjang pariwisata seperti, Art Shoup, Vila, Restaurant, Koperasi, LPD, Usaha-usaha Handy Craf dan sebagainya. Beberapa jenis usaha tersebut belum banyak menjadi peserta, akan tetapi untuk usaha-usaha besar yang multi nasional sudah mendaftarkan tenagakerjanya untuk menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan. Dikarenakan, usaha yang multi nasional tersebut telah memiliki manajemen yang sudah sangat paham dengan hak serta kewajiban dan sudah banyak juga yang telah memenuhi aturan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dilanjutkan, jika  dilihat dari persentase secara makro itu hampir 60 persen usaha mikro kecil, yang belum menjadi peserta khususnya di wilayah Bali timur.

“Kenapa bisa saya katakan 60 persen yang belum karena, manajemen yang dimiliki masih tradisional. Yang tentunya, belum paham terhadap aturan-aturan dan jaminan sosial tersebut,” ujarnya.

Akan tetapi disampaikan, ini menjadi tantangan bagi kami sampai dengan  target atau sasaran sebenarnya adalah jaminan sosial yang beraifat dasar dan universal ini adalah masyarakat menengah ke bawah. Ini harus dilindungi agar tidak menjadi kemiskinan yang berkelanjutan.

“Maka dari itu kami sangat perlu kerja keras dengan instansi terkait guna mensosialisasikan secara masif. Akan tetapi, target kita adalah bagaimana kita dapat mengoptimalkan progam ini agar masyarakat menengah ke bawah memperoleh perlindungan yang paling dasar ini,” ucapnya.

Krisnadi mengatakan, terkait sangsi yang akan diberikan bagi usaha yang masih membandel mulai dari, tidak akan mendapat pelayaan publik sampai tidak akan bisa memperpanjang samsat dan SIM.

“Memang ada aturannya misal, tidak akan mendapatkan pelayaan publik, mencari izin bangunan nanti tidak akan diperbolehkan, memperpanjang samsat sampai SIM. Dan kami juga telah buat aturan dengan adanya Surat Peringatan (SP) I terlebuh dahulu itu yang kita coba lakukan, kami juga akan terus turun kelapangan guna memberi pemahaman-pemahaman serta harus sering melakukan komunikasi. Semua tentu butuh proses, dari proses ini beberapa kelihatan sudah berjalan dengan baik sampai saat ini,” paparnya.

Ditambahkan, selaku orang daerah khususnya Bali program BPJS ketenagakerjaan berkaitan dengan adat, budaya dan ajeg Bali. Dan bisa dikatakan, sangat pas program ini saat ini. AA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *