banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Karya Bakti Soksi ke-8 di Kabupaten Gianyar, Serahkan Matras kepada Atlet

Gus adhi jeruk
Gus Adhi sedang berbicara saat Kontak Tani di Wantilan Pura Er Jeruk di Sukawati Gianyar
Denpasar (Metrobali.com)-
Sebagai wujud kepekaan dan kepedulian untuk memajukan dunia olahraga, Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), menyerahkan bantuan matras kepada atlet karate.
“Bantuan matras ini untuk merangsang atlet agar giat dan tekun berlatih sehingga akan melahirkan prestasi-prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah”, ungkap Anggota Komisi IV DPR RI, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, usai penyerahan matras Selasa (19/09) di Wantilan Pura Er Jeruk Sukawati Gianyar.
Lebih lanjut diungkap, matras ini juga sebagai kepedulian Soksi kepada para atlet untuk meningkatkan kualitas olahraga khususnya karate di Kabupaten Gianyar. Usai menyerahkan bantuan matras ini, Soksi juga melakukan kontak tani untuk menyerap aspirasi dari para petani.
Politisi Partai Golkar yang akrab dipanggil Gus Adhi ini mengatakan, pertanian harus dibangun dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati namun tetap dengan kehati-hatian. “Pertanian kita sedang sakit berat dan Soksi hadir bersama-sama masyarakat untuk mengatasi persoalan pertanian ini”, ujarnya.
Gus Adhi yang duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, selalu berusaha memperjuangkan aspirasi para petani di Bali, agar tetap bisa meningkatkan hasil produksinya.
Keberhasilan meningkatkan produksi pertanian akan dipengaruhi banyak faktor, namun dari banyak faktor tersebut, ada beberapa faktor yang sangat tergantung pada upaya yang dilakukan oleh sumber daya manusia petani diantaranya penyiapan lahan, penerapan tata cara budidaya yang benar, cara panen yang tepat dan pengolahan pasca panen yang bagus.
“Pemerintah juga harus menyiapkan regulasi dan tata niaga yang tepat, sehingga pasca panen petani tidak bingung mau dibawa kemana hasil produksinya. Termasuk juga soal harga”, ujarnya.
Gus Adhi yang juga Ketua Depidar XXI Provinsi Bali, menyatakan bersama Jaringan Sosial Swadiri Bali (JSSB), telah banyak membantu pertanian dan juga peternakan di Bali, kendati diakuinya juga masih banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan di Bali.
“Cabe dan bawang merah kita sudah masuk Pasar Tanah Abang dan Istana, juga babi Bali sudah masuk Jakarta. Bersama gerakan JSSB ini, kita sudah bisa mengeskpor babi ke luar Bali dan inilah karya nyata Soksi bersama kadernya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ucapnya.
Disamping itu pengggunaan teknologi modern diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan produksi pertanian. Wakil Gubernur Bali yang turut hadir di acara Karya Bakti Soksi ke-8 ini, menyatakan sebagai salah satu penunjang pariwisata Bali, keberadaan sektor pertanian memegang peran sangat penting.
Pengembangan pariwisata tidak boleh merusak alam, lingkungan, dan lahan terutama lahan pertanian. Sektor Pertanian juga harus terus dibangun dan disinergikan dengan sektor pariwisata.
“Pembangunan sektor pariwisata harus selaras dengan pertanian. Pertanian harus dibangun dengan sungguh sungguh”, tegasnya.
“Dengan berbagai upaya ini, pertanian diharapkan menjadi sektor yang menjanjikan sehingga generasi muda akan tertarik untuk bertani”, imbuhnya.
Wagub Sudikerta juga mengajak para petani untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik pada lahan pertaniannya, sehingga dengan demikian Bali sebagai Pulau Organik akan dapat terwujud.
Sementara itu, Pekaseh Subak Gede Sukawati, Made Suka Idep, mengatakan krama petani saat ini sedang menghadapi persoalan salah satunya irigasi. “Irigasi adalah jantung pertanian, karena itu kami mohon kepada Gus Adhi untuk memperjuangkan aspirasi kami ini”, pintanya.
Irigasi ini, lanjutnya, akan sangat membantu krama subak untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Irigasi sangat kami butuhkan untuk jalannya air dari hulu ke hilir, demikian pula untuk menguntungkan bagi petani apabila air itu sudah bagus”, ujarnya.
Subak Gede Sukawati, saat ini membawahi 13 subak antara lain subak Palak, subak Ubud, subak Sanga, subak Laut, subak Somi, subak Abasan, subak Cau Duwur dan Cau Beten. Krama Subek Gede Sukawati ini menggarap lahan seluas 250 hektar.
Mendapati aspirasi tersebut, Gus Adhi menyatakan akan memperjuangkan irigasi yang menurutnya merupakan irigasi tersier. “Saya akan perjuangan aspirasi petani ini, karena itu sangat penting bagi pertanian”, tutupnya. ARI-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *