banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Oyagi Shuka Raih Juara 3 Dentistry Scientific Festival Unibraw

Kepala SMPN 1 Denpasar Ikut Bangga
Oyagi Sukha
Oyagi Shuka  dan Kim Henadi, menjadi juara 3 dalam “8th Dentistry Scientific Festival Universitas Brawijaya”, Malang.
Denpasar (Metrobali.com)-
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Oyagi Shuka, dan temannya, Kim Henadi, menjadi juara 3 dalam “8th Dentistry Scientific Festival Universitas Brawijaya”, Malang. Atas prestasi tingkat nasional tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Denpasar, Drs. Anak Agung Gede Rimbya Temaja, M.Ag., mengaku turut bangga, karena Oyagi Shuka merupakan alumni SMP Negeri 1 Denpasar.
Dalam “8th Dentistry Scientific Festival Universitas Brawijaya” tersebut, Shuka dan Kim Henadi ikut dalam kategori Literatur Review. Tim ini (Shuka dan Kim Henadi) mengangkat tema “Potensi Enzim Mutanase Sediaan Tablet Effervescent Sebagai Denture Cleanser Gigi Tiruan Lepasan Resin Akrilik”. Setelah melalui tahapan seleksi, akhirnya Tim dari Unud ini masuk sebagai finalis “8th Dentistry Scientific Festival Universitas Brawijaya” untuk kategori Literatur Riview. Di final yang digelar 8-10 September 2017, Shuka dan Kim harus bersaing dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dari Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Hang Tuah. Keluar sebagai juara 1 tim dari Universitas Hang Tuah, juara 2 tim dari Universitas Hasanuddin Makassar dan juara 3 dari Unud.
Shuka ketika dihubungi Selasa (12/9) kemarin, menyatakan, apa yang diangkat untuk memberikan gambaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Gigi yang bermasalah akan merusak estetika wajah. Memakai gigi tiruan merupakan solusi. Namun, kata putri dari pasangan Made Arjaya-Putu Eka Juliana Jaya (Wawa Arjaya) ini, jika gigi tiruan tidak dirawat dengan baik juga akan menimbulkan masalah.
“Misalnya akan menimbulkan bau mulut yang menyengat. Selain juga berbahaya menimbulkan penyakit lain karena mulut merupakan jalannya makanan,” kata Shuka.
Oyagi Sukha1
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Denpasar, Anak Agung Gede Rimbya Temaja, mengaku ikut bangga atas prestasi yang diukir Oyagi Shuka. Shuka merupakan alumni SMP Negeri 1 Denpasar. Saat menjalani proses pendidikan di SMP Negeri 1 Denpasar, terlihat prestasi Shuka. Ia termasuk siswa yang mengikuti program atau kelas percepatan dengan menempuh pendidikan SMP hanya selama dua tahun.
Gung Rimbya menegaskan, SMP Negeri 1 Denpasar memang selalu mencetak siswa-siswi berprestasi. Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Menteri Koperasi dan UKM, AA Puspayoga, merupakan nama-nama alumni SMP Negeri 1 Denpasar yang berprestasi.
“Prestasi yang diperoleh SMP Negeri 1 ini merupakan kerjasama semua pihak. Baik guru, orangtua siswa dan pihak-pihak terkait lainnya, seperti Walikota atau Gubernur,” paparnya.
Kata dia, pendidikan di SMP Negeri 1 Denpasar selalu memperhatikan masalah mutu. Mutu dalam input, mutu dalam proses dan pada akhirnya bermutu dalam outputnya.
Pendidikan di SMP Negeri 1 Denpasar juga dilaksanakan dengan komprehensif dan dengan visi unggul. Unggul dalam mutu, unggul dalam pendidikan budaya, termasuk dalam pendidikan karakter. “Siswa-siswi SMP Negeri 1 tidak hanya dididik agar cerdas dalam ilmu pengetahuannya, tetapi juga cerdas dalam akhlaknya,” katanya.
Oleh karena itu, kata Gung Rimbya, tidak heran jika alumni-alumni SMP Negeri 1 Denpasar bisa berprestasi kelak setelah menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan terjun di masyarakat. Oyagi Shuka merupakan contoh dari hasil gemblengan di SMP Negeri 1 Denpasar.
Menurut ibu Shuka, Wawa Arjaya, putrinya memang di masa menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Denpasar prestasi akademiknya menonjol. Karena itu, Shuka masuk kelas akselerasi. Ketika di SMA pun, yakni di SMA Negeri 1 Denpasar, Shuka juga ikut kelas percepatan. Shuka kemudian diterima di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana lewat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Padahal saat itu ia baru menginjak usia 16 tahun. Kini Shuka sudah sementes V dalam usia 18 tahun. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *