banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Lolos di Dua Bandara, Distributor Telur Asal Medan Simpan Hasish dari Nepal

tersangka pembawa ganjaTersangka Eddy Salim (30), seorang distributor telur asal Medan ditangkap dengan barang bukti yang dipegang oleh petugas.
Denpasar (Metrobali.com)-
Satuan Narkoba Polresta Denpasar mengungkap penemuan narkoba jenis hasish dari Nepal oleh tersangka Eddy Salim (30), seorang distributor telur asal Medan.
Parahnya, pelaku yang kerap mendaki gunung ini mampu melewati ketatnya pengamanan di dua Bandara. Pertama tersangka lolos di Bandara Medan dan kedua lolos di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Tuban, Bali.
Tersangka sendiri diamankan oleh petugas Event musik Soundrenaline saat melewati gerbang pintu masuk Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta Selatan, Badung, Minggu (10/9) sekitar pukul 23.00 wita.
Pelaku mengaku berniat menonton konser acara musik tersebut. Sebelum ke GWK, pelaku sempat memakai narkoba dengan rekannya berinisial FA di kost tersangka.
Kanit II Narkoba Polresta Denpasar Iptu I Made Putra Yudistira mengungkapkan, tersangka ditangkap atas kepemilikan 3 butir ekstasi (ineks), satu plastik ganja, dua linting rokok ganja yang disimpam di dalam tas tersangka.
Pasca penemuan tersebut pihaknya langsung menggeledah tempat tinggal tersangka di Jalan Taman Sari, Gang Pucuk Merah, Tuban, Kuta, Badung, dan ditemukan kembali barang bukti narkoba berupa satu plastik ganja dan satu buntalan coklat Hasish.
“Kita dapat dua pelaku di Soundrenaline ditemukan dari tersangka Eddy Salim ganja dan dua linting ganja dalam bungkus rokok setelah itu ada kotak Sampoerna kaleng ditemukan dua ineks dan satu hasish, yang tersangka satunya Rahmat Hadi Mulyawan (33), dia bawa ganja satu linting ganja,” ungkapnya seizin Kasat Narkoba Kompol I Wayan Artha, Selasa (12/9).
Untuk hasish ujarnya, tersangka hanya menyimpannya di saku celana yang dia pakai ketika di Bandara. “Pengakuannya begitu dia hanya simpan di saku celananya kenapa bisa lolos di Bandara silahkan tanya ke Bea cukai,” katanya.
Pengakuan tersangka Eddy Salim, dirinya membeli hasish saat berada di Nepal seharga US $ 20, saat itu tersangka di Nepal untuk mendaki Gunung Everest, tersangka mengaku ke Bali untuk mendaki beberapa gunung terdekat di sekitar Bali, dan NTB.
Eddy juga mengaku menggunakan narkoba sejak lima tahun yang lalu. Untuk ganja dia mengaku membeli dari seseorang yang tidak dikenal di kawasan Kuta seharga Rp1 juta, dan ekstasi dibeli seharga Rp350 ribu per biji.
Petugas menyita BB secara keseluruhan antaralain sabu seberat 15,85 gramn ekstasi 3 setengah butir, ganja 96,18 gram, dan hasis 2,59 gram.
“Barang berupa ganja dan ekstasi didapat dari seseorang yang laki laki dipanggil BLI yang keberadaanya di Kuta sedangkan hasish dibeli pada saat tersangka di Nepal,” terangnya.
Sementara tersangka Rahmat mengaku bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta. Pembuat aplikasi web ini mengaku baru pertama kali menggunakan ganja saat di Bali. Tersangka mengaku ditawarin BB di pantai Kuta dan sempat menggunakan ganja beberapa hisap. Dia mengaku membeli satu linting ganja seberat 0,29 gram dari orang yang tidak dikenal.
“Tersangka membeli satu linting Rp50 ribu itu di Pantai Kuta,” pungkas Kanit. SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *