banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Achsanul sesalkan aksi pelemparan suporter

Achsanul Qosasi

Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi.

 

 

Pamekasan (Metrobali.com)-

 

Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi menyesalkan tindakan pelemparan batu oleh oknum suporter klub sepak bola pada bus yang dikendarai tim tamu dari Arema FC.

“Menyambut tamu Arema, ternyata kita bukan tuan rumah yang baik. Entah siapa yang mengajari,” kata Achsanul Qosasi dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Senin (11/9).

Saat Arema FC tandang ke Pamekasan melawan Madura United FC, bus yang mengangkut pemain klub sepak bola itu, dilempar batu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, hingga menyebabkan kaca mobil pecah.

Aksi pelemparan itu terjadi, saat bus hendak keluar dari Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, seusai tanding melawan Madura United, Minggu (10/9) malam.

Selain menyoroti kasus pelemparan batu tersebut, “AQ” sapaan karib Achsanul Qosasi juga menyayangkan nyayian “rasis” oleh suporter Madura United saat laga berlangsung.

“Setahu saya, semua suporter sudah berhenti rasis. Kenapa Madura masih nyaring terdengar,” katanya.

AQ menyatakan, klub sepak bola Madura United FC menang dalam pertandingan melawan Arema FC pada laga lanjutan liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan dengan skor 2-0.

“Tapi sejujurnya kita kalah dalam kesantunan,” ucap pria asal Kabupaten Sumenep, Madura itu.

“Sebagai Presiden Klub saya merasa malu dengan cara menyambut tamu. Jangan pernah menyelesaikan persoalan dengan dendam. Madura rukun, damai dan terpuji. Ayo kembali ke jalur persahabatan,” ucapnya.

Bus yang ditumpangi pemain Arema FC oleh oknum suporter Madura United itu, adalah bus yang disewa panitia pelaksana pertandingan (Panpel) Madura untuk pemain Arema FC.

Sementara, sebagian masyarakat menilai, pelemparan oleh oknum suporter Madura United terhadap bus yang digunakan pemain Arema FC itu, sebagai bentuk balas dendam, karena hal yang sama juga pernah dilakukan suporter Arema FC, yakni Aremania, saat Madura bertandang ke Malang pada Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Kala itu, sejumlah armada bus dan mobil yang dikendarai suporter Madura United FC rusak dilempar batu oknum suporter Aremania, dan pelaku pelemparan tidak diproses hukum oleh Polres Malang. Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *