banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Maraknya Toko Modern Masuk Desa, Abaikan Himbauan Kemenko Bidang Perekonomian RI

SupartoKepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Buleleng, Ketut Suparto.
Buleleng (Metrobali.com)-
Keberadaan Toko Modern yang merambah pedesaan saat ini dianggap menjadi pesaing bagi pedagang di pasar tradisional. Hal ini sangat bertentangan dengan himbauan dari  Kemenko Bidang Perekonomian tentang pembatasan toko modern masuk desa, demi eksistensinya keberadaan pasar tradisional itu sendiri.
Terhadap himbauan Kemenko Bidang Perekonomian itu, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Buleleng, Ketut Suparto bahwa pembatasan itu tidak berlaku secara umum, melainkan hanya berlaku di pedesaan saja. Artinya Toko modern itu agar tidak terlalu mencolok dan mendominasi perdagangan dipedesaan yang nantinya akan berdampak terhadap eksistensi pedagang dipasar tradisional itu sendiri.”Memang ada himbauan dari kementerian coordinator bidang perekonomian, namun hmbauan itu hanya untuk didesa-desa” terang nya, Kamis (7/9) siang.
Hanya saja, kata Suparto lagi himbauan dari kementerian itu tidak dilengkapi regulasi secara formal. Sehingga, keberadaan toko modern yang marak masuk kepedesaan tidak bisa diambil tindakan.”Itu kan hanya sebatas himbauan. Jadi kami dalam hal ini, hanya bisa melakukan pemantauan saja” ujarnya.”Namun demikian, kami sangat berharap kepada toko modern jangan dulu masuk kepedesaan, dan agar focus membuka usahanya di kota saja” kata Suparto menambahkan.
Iapun mengungkapkan bahwa selama ini, banyak toko modern yang melanggar aturan jarak sesuai dengan Perda Kabupaten Buleleng No. 10 Tahun 2013 tentang penataan dan perlindungan pasar tradisional. Dalam Perda itu, diatur jarak toko modern dengan pasar tradisional sepanjang 500 meter. Selanjutnya jarak antara toko modern dengan toko modern sepanjang 200 meter.”Kalau aturan jarak ini diikuti, saya rasa tidak ada masalah. Kalau dilakukan pelanggaran Perda maka akan ditindak oleh Satpol PP” jelas Suparto mantan Kabag Ekonomi Setda Buleleng ini.
Langkah yang dilakukan Disperindag Buleleng selama ini, melakukan pembinaan lembaga dari pasar modern itu sendiri dan juga melakukan pembinaan kepada konsumen. Terutama masalah izin usaha, tekhnis dari usaha toko modern itu agar tidak merugikan konsumen. Sehingga, konsumen dapat barang berkualitas dan harga terjangkau, termasuk kuantitas yang baik,”Semuanya itu sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen” tutup Suparto. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *