banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Wabup Sutjidra Serahkan BSPS Kepada 674 Warga di Buleleng

Wabup Sutjidra Serahkan BSPS Kepada 674 Warga di Buleleng
Wabup Sutjidra Serahkan BSPS Kepada 674 Warga di Buleleng
Buleleng (Metrobali.com)-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada warga kurang mampu yang ada di Kabupten Buleleng. Ada sebanyak 674 warga kurang mampu dari 9 desa dan kelurahan di Buleleng yang mendapatkan bantuan tersebut.  Dibandingkan dengan Kabupaten lain di Bali, Buleleng merupakan daerah yang paling banyak mendapatkan bantuan BSPS tersebut.
Penyerahan BSPS ini dilakukan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Seririt dan Kecamatan Kubutambahan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Rabu (6/9). Untuk Kecamatan Seririt, Penyerahan diselenggarakan di Balai Serbaguna Desa Lokapaksa dan untuk Kecamatan Kubutambahan diselenggarakan di Lapangan Besi Mejajar Desa Kubutambahan. Untuk kriteria penerima BSPS adalah warga yang kurang mampu dan hanya memiliki penghasilan kurang dari Rp.2,5 juta perbulan.
Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Komang Surattini menjelaskan Pemkab Buleleng menguslukan BSPS ke Pemerintah Pusat setiap tahun. Tahun 2016 ada sebanyak 730 lebih warga Buleleng yang mendapatkan bantuan, dan tahun 2017 ini sebanyak 674 warga.
Masing-masing warga penerima bantuan mendapatkan dana maksimal Rp.15 juta sesuai dengan kebutuhan. “Dana ini ditransfer ke rekening tabungan, jumlahnya maksimal Rp.15 juta, “ ujar Kadis Perkimta,  Komang Surattini.
Surattini menambahkan, dana bantuan tersebut tidak bisa dicairkan langsung oleh penerima bantuan namun warga penerima bantuan harus membuat kelompok kerja untuk melakukan pembelian material bangunan. Nantinya, pihak bank yang akan membayarkan langsung material bangunan tersebut kepada penyedianya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG mengakui alokasi  bantuan ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2017. Wabup Sutjidra memaparkan, di Buleleng masih ada sisa sekitar 7000 rumah yang tidak layak huni yang harus diberikan bantuan stimulan seperti ini. Ia mengatakan, Pemkab Buleleng menargetkan sampai 11.300 rumah yang akan diberi bantuan baik untuk pembangunan baru maupun untuk perbaikan.
“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buleleng. Bantuan ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kesehatan juga lebih terjamin. Dampaknya , produktifitas kerja juga akan meninggkat,” ujar Sutjidra.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan Priovinsi Bali, I Wayan Suardana, ST,MT mengatakan, Kabupaten Buleleng merupakan wilayah yang terbanyak mendapatkan bantuan dibandingkan dengan daerah lain di Bali. Suardana mengatakan, Di Bali, ada 7 Kabupaten yang mendapatkan bantuan yang sama dari Kementerian PUPR. Bantuan ini merupakan bantuan dari Kementerian PUPR bertujuan membangkitkan prakarsa untuk warga agar bisa menempati rumah dengan rumah layak huni.
“Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa lebih banyak warga yang mendapatkan banguan ini,” ujar Suardana.
Suardana merasa puas atas kerja sama dengan tim teknis di Pemkab Buleleng dalam menyusun dan menggali data penerima bantuan sehingga pelaksanaan pemberian bantuan ini berjalan dengan baik.
Beberapa desa di Kabupaten Buleleng yang mendapatkan BSPS Kementerian PUPR yakni,  Desa Bubunan sebnayak 32 KK (kepala keluarga), Desa Pangkungparuk sebanyak 83 KK, Desa Lokapaksa sebanyak 140 KK, Kelurahan Seririt 74 KK, Desa Kubutambahan sebanyak 79 KK, Desa Tukadsumaga sebanyak 100 KK, Desa Tegallinggah sebanyak 153 KK, Desa Sambirenteng sebanyak 24 KK, Desa Bungkulan sebanyak 41 KK. GS-MB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *