banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kenalkan Tri Hita Karana dan Subak, Gubernur Pastika Dapat Apresiasi Anggota Parlemen Dunia

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi salah satu narasumber dalam acara World Parliamentary Forum On Sustainable Development

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi salah satu narasumber dalam acara World Parliamentary Forum On Sustainable Development

Nusa Dua (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi salah satu narasumber dalam acara World Parliamentary Forum On Sustainable Development yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Covention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung, Rabu (6/9).

Dalam pertemuan yang menghadirkan anggota parlemen dari 47 negara di dunia ini, Gubernur Pastika membawakan materi dengan judul ‘Tri Hita Karana Philosophy in Protecting Nature: Experiences of Balinese People with SUBAK’.

Dalam paparannya Pastika menyampaikan pentingnya kearifan lokal Tri Hita Karana yang dimiliki masyarakat Bali dalam implementasi pembangunan berkelanjutan di Bali apalagi sebagai destinasi pariwisata yang berkembang cepat dan didatangi banyak wisatawan. Secara khusus ia menyebut Subak sebagai salah satu contoh implementasi dari kearifan lokal  Tri Hita Karana di Bali.

“Subak memberi kebijaksanaan bagaimana bersyukur atas pemberian Tuhan. Diantaranya dengan menjaga hubungan dengan Tuhan. Disamping itu di dalam Subak ada aturan yang mengatur hubungan antara manusia, dan tentu saja menjaga keharmonisan dengan alam,” katanya. Maka tak mengherankan apabila UNESCO mengakui Subak sebagai warisan budaya dunia, tambahnya. Ia mengakui adanya ancaman dari perkembangan sektor pariwisata yang cepat dan berimbas pada alih fungsi lahan di Bali, namun pemerintah daerah bekerja keras untuk mempertahankan keselarasan di Bali.

Paparan Gubernur Pastika mendapat apresiasi dari anggota parlemen negara-negara lain. Beberapa negara seperti Thailand, Srilanka dan Zimbabwe sepakat bahwa menjaga kearifan lokal merupakan bagian penting dalam keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.

Pastika menambahkan kearifan lokal merupakan warisan leluhur yang diperoleh dari pengalaman terdahulu, oleh karena itu tentunya di setiap wilayah di dunia ini pasti memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan planet ini.

Selain Gubernur Bali, narasumber lainnya adalah Walikota Edegem, Belgia, Mr. Koen Metsu yang menyampaikan bagaimana keberhasilan kotanya menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui pembangunan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan komitmen terhadap keberadaan lahan hijau serta kerjasama di tingkat internasional yang baik. RED-MB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *