banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Instruktur Tata Busana Asal Buleleng Raih Juara Dua Nasional

Disdikpora Dorong Keberadaan LKP di Buleleng
 Instruktur Pakaian Buleleng
Buleleng (Metrobali.com)-
Buleleng kembali meraih prestasi nasional. Kali ini datang dari dunia pendidikan khususnya bidang pendidikan non formal yaitu pendidikan masyarakat (dikmas). Duta Buleleng, I Gede Arysantika, S.Pd dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Giri Putri Singaraja meraih juara dua dalam ajang Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional Tahun 2017 yang diselenggarakan di Kota Bengkulu.
Menanggapi prestasi nasional yang diperoleh duta Buleleng saat mewakili Bali di tingkat nasional tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/9) menjelaskan hampir setiap tahun instruktur dari dikmas memperoleh juara di tingkat nasional.
Seperti tahun lalu, saat di Kota Palu juga mendapat juara nasional. Pada tahun ini, pihak Provinsi yang menunjuk dan mengirim langsung sehingga mendapatkan hasil yang bagus. “Peserta dari Buleleng ini ditunjuk langsung oleh Provinsi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang harus melalui seleksi,” jelasnya.
Dengan prestasi ini, kedepan dirinya berharap instruktur-instruktur yang ada di LKP memiliki kualitas tingkat nasional agar hasil dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh LKP juga akan meningkat. Kecakapan hidup dan keterampilan dari peserta LKP juga diharapkan meningkat dengan instruktur yang berkualitas nasional. “Kita berharap dengan adanya prestasi ini mendorong instruktur lainnya untuk meningkatkan diri agar lulusan LKP bisa lebih berkualitas,” harap Suyasa.
4 (40)
Mengenai program Disdikpora terhadap dikmas ini, Suyasa mengungkapkan Disdikpora terus mendorong agar LKP ini memiliki agenda kegiatan dan meningkatkan mutunya. Setiap tahun, Disdikpora juga membantu LKP-LKP untuk mendapatkan hibah penyelenggaraan pelatihan-pelatihan singkat ataupun LKP yang ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). “Kita juga memproses dan membantu LPK-LPK ini untuk mendapatkan dana hibah dalam rangka penyelenggaraan pelatihan ataupun uji kompetensi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suyasa mengatakan sejauh ini terdapat 56 LKP yang terdaftar di Disdikpora. Tetapi yang aktif melaksanakan pelatihan secara simultan, berkesinambungan dan konsisten setiap tahun sebanyak 26 LKP. Disdikpora akan mendorong yang jumlahnya sebanyak 30 LKP ini untuk eksis dan bertahan melaksanakan pelatihan-pelatihan. Selain itu, Disdikpora juga akan mendorong agar kualitas dari 30 LKP ini untuk ditingkatkan. “Kita akan terus mendorong LKP-LKP agar lebih konsisten lagi untuk menyelenggarakan pelatihan dan juga meningkatkan kualitas mereka serta juga outputnya sehingga menghasilkan tenaga kerja yang bisa bersaing di dunia kerja,” tandasnya. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *